nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi yang Membuat Donor Darah Bisa Mematikan

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 15:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 14 481 1715952 kondisi-yang-membuat-donor-darah-bisa-mematikan-viREIvAaLc.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

DARAH hasil donor jika dibiarkan terlalu lama ternyata berbahaya bagi tubuh. Darah yang disimpan lebih dari 6 minggu memiliki kadar zat besi yang berbahaya bagi tubuh karena bisa menyebabkan penggumpalan darah. Sebab, semakin lama disimpan, semakin banyak zat besi yang dilepaskan.

Para ahli memperingatkan, untuk menyelamatkan ribuan orang dari bahaya, bank darah bisa mengubah batas maksimum penyimpanan darah. Namun yang menjadi masalah adalah jumlah pasokan sumbangan darah untuk memenuhi permintaan masih kurang. Sedangkan transfusi darah masih sering dilakukan oleh pasien rawat inap.

Menurut Dr Eldad Hod, profesor patologi dan biologi sel di Columbia University Medical Center, “Sel-sel darah merah akan menua dan semakin disimpan dalam jangka waktu lama, semakin mengalamin keruskan,” seperti yang dilansir dari Dailymail, Rabu (14/6/2017).

Kita semua tahu bahwa zat besi adalah nutrisi utama untuk membantu darah membawa oksigen dari paru-paru ke organ lain. Namun, bagaimanapun zat besi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti penggumpalan darah. Dr Hod menambahkan, “Resipien yang menerima darah yang sudah disimpan lebih dari enam minggu bisa terkena sejumlah infeksi dari zat besi yang terkandung dalam darah.”

Dalam sebuah penelitian, dua puluh jam setelah transfuse, tujuh dari sembilan pasien yang menerima darah yang telah disimpan selama enam minggu mengalami penggumpalan darah dan tidak bisa memetabolisme sel-sel darah yang rusak secara tepat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa transfusi darah yang sudah lama disimpan berdampak pada kesehatan resipien. Hasil dari penelitian ini memang mengundang kontroversi.

Menurut Dr Hod, beberapa cara yang bisa dilakukan adalah menyimpan darah dalam larutan dan variabilitas donor. Mungkin ada darah seseorang yang bisa disimpan selama 42 hari dan ada yang tidak. Maka dari itu, dengan mengetahui faktor genetik dan lingkungan pendonor, bisa didapatkan solusi penyimpanan yang lebih baik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini