Ajarkan Anak Makan Sahur dan Berbuka yang Benar

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 15 Juni 2017 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 15 196 1716805 ajarkan-anak-makan-sahur-dan-berbuka-yang-benar-AcXSjMILdg.jpg (Foto: Gulfnews)

BERPUASA memberikan kebahagiaan tersendiri jika dijalani bersama seluruh anggota keluarga, termasuk buah hati. Sayangnya, tidak mudah mengajak anak berpuasa, apalagi mengajak anak untuk berpuasa yang sehat. 

Sering kali anak lebih tertarik pada makanan yang menurutnya menarik, seperti yang manis-manis atau permen yang merupakan makanan kurang sehat. Usia anak yang masih kecil juga membuat mereka sulit memahami manfaat kesehatan dari berbagai macam makanan, seperti buah-buahan. Padahal, saat puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi pertumbuhan yang optimal. Karena itu, diperlukan cara yang menyenangkan dan mudah untuk mengajak dan mengenalkan manfaat makanan bergizi, terutama saat anak berpuasa. 

“Jika anak sudah ingin berpuasa, orang tua harus mengakomodasi keinginan tersebut. Kita bisa ajarkan makan sahur dan berbuka yang benar, yaitu tidak terlalu banyak mengonsumsi yang manis karena gula sangat mudah terurai. Sebaiknya kita mengajarkan anak-anak mengonsumsi makanan yang berserat tinggi, misalnya roti gandum atau oatmeal, “ kata Dokter Spesialis Anak RS Evasari dr Reni Wigati SpA(K). 

Ketahanan anak berpuasa, menurut dr Reni, harus disesuaikan, karena anak belum wajib berpuasa, sifatnya belajar, dan para orangtua harus menanamkan pengetahuan tentang kebutuhan tubuhnya apa, tanamkan juga kebutuhan agamanya seperti apa. 

A post shared by Intan Ok (@intanok_310) on May 30, 2017 at 4:20am PDT

“Biarkan anak belajar sesuai kemampuannya. Jika anak mau olahraga saat puasa juga boleh, tapi atur waktunya, sebaiknya pada jam-jam mendekati waktu berbuka,” ucap dr Reni. 

Dia juga menjelaskan bahwa usia anak yang boleh berpuasa tidak ditentukan dan seharusnya tidak dibatasi usia minimalnya berapa, karena kemampuan anak berpuasa seberapa lama itu tergantung kemampuan anaknya sendiri. 

“Biasanya saat masuk sekolah dasar, 6- 7 tahun sudah mulai bisa berpuasa. Mungkin pada usia 5 tahun juga sudah bisa, tapi jarang yang bisa berpuasa full . Yang penting ditanamkan prinsipnya seperti apa, lalu kebutuhan gizinya diperhatikan,” papar dr Reni. 

Sementara itu, mengenai penjelasan makna puasa kepada anak, dia menegaskan, terpenting puasa adalah menahan hawa nafsu, kemudian tanamkan kepada anak kalau itu perintah agama. “Puasa itu artinya bukan mengurangi gizi, tapi kita bisa mengatur apa yang dibutuhkan tubuh pada saat-saat diperbolehkan makan. Orang tua harus mengambil momen puasa untuk mengajarkan anak mengatur dirinya, belajar saat punya larangan agama, bisa mengatasinya bagaimana,” papar dr Reni. 

Dia juga menyarankan untuk tidak membentuk proses sebuah pelarangan sehingga nantinya anak menjadi tidak nyaman. Sebab, dr Reni menilai belajar berpuasa bagi anak adalah salah satu bentuk stimulasi dan proses kecerdasan anak. “Kecerdasan beragama tentunya harus bermodalkan kedewasaan. Dalam diri anak-anak masih sedikit sifat dewasa, jadi kita harus mengajarkan mereka dengan have fun ,” pungkas dr Reni.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini