Image

10 Malam Terakhir Ramadan, Yuk Fokus Mendekatkan Diri kepada Allah dengan Beriktikaf

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 16 Juni 2017, 15:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 16 196 1717931 10-malam-terakhir-ramadan-yuk-fokus-mendekatkan-diri-kepada-allah-dengan-beriktikaf-H4G3OSgAV0.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

IKTIKAF adalah ibadah yang mulia dan sangat mudah dilakukan. Yaitu dengan berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan selama ini.

Saat bulan Ramadan, pada 10 hari terakhir sangat dianjurkan untuk beriktikaf, dengan tujuan untuk mendapatkan pengampunan di malam Lailalul Qadar, yang merupakan malam seribu bulan.

Dengan melakukan iktikaf di masjid saat 10 hari terakhir Ramadan, sama dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadist disebutkan, dari ‘Aisyah RA, ia berkata bahwasanya Nabi SAW biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah SWT. Lalu istri-istri beliau beriktikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

Sebelum melaksanakan iktikaf ada baiknya kita pahami rukun-rukunnya karena hal ini berkenaan dengan sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan. Rukun iktikaf meliputi:

1. Masjid, artinya iktikaf harus dilakukan di dalam masjid.

2. Diam. Lamanya kadar kira melebihi tuma’ninah dalam salat (tuma’ninah dalam shalat lamanya kira-kira sama dengan membaca subhaanallah dengan sedang).

3. Niat

4. Mutakif alias orang yang beritikaf

Adapun syarat sah orang yang beriktikaf adalah Islam, berakal, bersih dari haid, nifas dan jinabat. Dengan demikian, apabila orang yang beritikaf murtad atau ia mabuk, maka i’tikafnya menjadi batal. Perkara lain yang membatalkan iktikaf adalah melakukan hubungan suami istri, entah di dalam masjid atau di luar masjid (seperti bersetubuh bersamaan saat keluar buang hajat saat i’tikaf, karena keluar masjid untuk buang hajat tidak membatalkan i’tikaf). Kemudian bersentuhan dengan syahwat, disertai keluarnya mani. Apabila tidak keluar mani, maka tidak membatalkan itikaf.

Saat beriktikaf di dalam masjid, ibadah-ibadah yang bisa dilakukan di antaranya salat, membaca Alquran, zikir, bersalawat.

Salat

Salat adalah ibadah utama umat Islam, sebab salat merupakan hubungan langsung antara hamba dengan sang Khalik. Salat bisa dilakukan dengan berjamaah atau sendiri. Salat yang bisa dilakukan di antaranya salat tarawih, salat tahajud, salat hajat, salat witir dan salat mutlak.

Tadarus

Seperti sabda Rasulullah SAW, “Bacalah oleh kalian Alquran. Karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian di hari kiamat sebagai syafaat.’’ (HR Muslim).

Zikir

Membaca takbir, tahlil, bertasbih, tahmid, dan beristigfar sebanyak-banyaknya merupakan ibadah yang dilakukan untuk mengingat Allah SWT.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah [2]:152)

Salawat

Rasulullah bersabda: ”Siapa saja yang bersalawat kepadaku sekali, maka Allah akan memberinya rahmat sepuluh.” (HR Muslim).

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini