nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Perkembangan Kemoterapi

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 16 Juni 2017 19:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 16 481 1718096 segala-hal-yang-perlu-kamu-ketahui-tentang-perkembangan-kemoterapi-IkEXc4d3td.jpg (Foto: Nzherald)

TENTU Anda sering mendengar istilah kemoterapi. Kemoterapi adalah metode pengobatan untuk pasien penderita kanker.

Cara kerja kemoterapi adalah membuat sel kanker bunuh diri secara paksa atau sebutannya adalah apoptosis. Obat yang digunakan pada kemoterapi terus mengalami perkembangan sehingga lebih aman untuk digunakan.

Obat kemoterapi dikelompokkan berdasarkan pengaruhnya terhadap sel kanker. Obat-obatan itu akan membuat banyak kerusakan pada sel kanker, sehingga sel kanker merasa dirinya resisten terhadap obat-obatan dan akhirnya mati. Obat yang digunakan untuk kemoterapi banyak berasal dari alam.

Kemoterapi memiliki efek samping seperti mual, kelelahan, kesemutan di lengan dan tungkai, kehilangan pendengaran, rambut rontok, fungsi ginjal dan hati yang buruk, serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi. Maka dari itu, jika sudah menimbulkan efek samping yang parah, pemberian obat kemoterapi pada pasien harus dihentikan.

Efek samping timbul karena obat yang digunakan tidak spesifik digunakan untuk sel kanker. obat menyerang bagian tubuh mana saja yang tumbuh dengan cepat seperti folikel rambut, lapisan mulut, perut, usus, dan sumsung tulang.

Adanya efek samping yang timbul, terkadang pemberian obat juga dilakukan untuk mengatasinya. Contoh, kemoterapi menyebabkan penurunan sel darah putih. Padahal sel darah putih berguna untuk melawan infeksi. Maka untuk mengatasinya, pasien diberikan antibiotik untuk memastikan mereka tidak terkena infeksi.

Dilansir dari NZ Herald, Jumat (16/1/2017), dikatakan para ilmuwan terus berupaya untuk menemukan obat kemoterapi yang lebih baik dan lebih aman. Dengan belajar lebih banyak mengenai biologi penyebab kanker, diharapkan bisa ditemukan sasaran dalam sel kanker yang tidak ditemukan pada sel normal. Sehingga para ilmuwan menargetkan untuk bisa menciptakan obat-obatan yang bebas dari efek samping.

Para ilmuwan juga berusaha bekerja lebih baik untuk menciptakan obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi. Seperti memasukkan formulasi nanopartikel atau melampirkan molekul penargetan ke obat-obatan. Dengan begitu, obat kemoterapi dapat membedakan sel kanker dan sel normal.

Saat ini, obat kemoterapi yang digunakan pada pasien penderita kanker hanya berdasarkan lokasinya. Di masa yang akan datang, ilmuwan berusaha mengembangkan metode untuk memilih kombinasi obat yang lebih mungkin bekerja berdasarkan profil genetik sel kanker pasien. Perawatan semacam itu lebih mungkin efektif dan memiliki lebih sedikit efek samping.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini