Image

Nyaris Punah, Kini Tradisi Sahur-Sahur Berhadiah Rp150 Juta

Ade Putra, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 13:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 19 406 1719774 nyaris-punah-kini-tradisi-sahur-sahur-berhadiah-rp150-juta-JmMe5yX81k.JPG Festival Sahur-Sahur, Mempawah (foto: Instagram/@rendyfsa)

TRADISI membangunkan umat Islam untuk sahur di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan alat seadanya, sudah nyaris hilang tergerus roda zaman. Agar terhindar dari kepunahan, beragam upaya dilakukan, di antaranya dengan menggelar festival.

Diinisiasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah, Festival Sahur-Sahur ke 15 digelar selama dua hari pada 16 Juni hingga 17 Juni 2017. Festival ini memperebutkan hadiah total sebesar Rp150 juta dan piala bergilir dari Kementerian Pariwisata.

Ratusan kelompok pun berduyun-duyun untuk berpartisipasi. Begitu pula dengan masyarakat Kabupaten Mempawah yang tumpah ruah di sepanjang jalan yang menjadi rute pentas kelompok-kelompok pembangun sahur. "Ini kan adanya cuma setahun sekali, jadi saya tak mau kelewatan menyaksikan event keren ini," kata Wahyu Nugroho, warga Kota Pontianak kepada Okezone, akhir pekan lalu.

Wahyu, bersama tiga rekannya sengaja datang jauh-jauh ke Mempawah untuk menyaksikan festival sahur-sahur. "Kami merasa terhibur," timpal Achmad Yol, rekan Wahyu.

Bupati Mempawah Ria Norsan menerangkan, festival ini sudah rutin diselenggarakan selama 15 tahun terakhir dan dijadikan event bergengsi yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal di Bumi Galaherang ini.

Dari pade tidok belior mending bangon saorrrrr.💥🙆 . . #festivalsahursahur2017 #festivalsahursahur #festivalsahursahurmempawah

Sebuah kiriman dibagikan oleh Muhammad Rendy Fadhilsyah A. (@rendyfsa) pada Jun 17, 2017 pada 4:47 PDT

"Festival ini menjadi tradisi budaya dan agenda wisata religi yang akan terus dipertahankan. Ini juga sebagai bentuk pelestarian sejarah Islam dalam budaya membangunkan sahur dengan alat seadanya," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan membangunkan sahur ini sudah hampir punah. Itulah yang menjadi alasan agar setiap tahun diadakan gelaran serupa. "Supaya budaya ini melekat di masyarakat Kabupaten Mempawah. Biar anak cucu kita tahu ada sejarah membangunkan orang sahur," terangnya.

Ia memaparkan, festival diikuti 100 kelompok pemula dan 100 kelompok dewasa dari berbagai daerah tetangga Mempawah. Masing-masing kelompok ada yang mewakili dari remaja masjid, TPA, komunitas, majelis taklim, pelajar, dan organisasi lainnya.

Untuk menjadi juara, mereka bertugas menampilkan tampilan musik dari beragam alat-alat bekas yang menarik. Begitu juga mereka harus menampilkan kostum yang berkaitan dengan Ramadan.

#festivalsahursahur2017

Sebuah kiriman dibagikan oleh excho PDR (@excho_chodhox) pada Jun 16, 2017 pada 8:57 PDT

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini