Image

Berapa Kali Buang Air Kecil dalam Sehari Dianggap Sehat?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 11:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 19 481 1719558 berapa-kali-buang-air-kecil-dalam-sehari-dianggap-sehat-sudada5b7C.jpg Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

MENAHAN buang air kecil memang tidak disarankan. Lantas, berapa frekuensi buang air kecil dalam sehari yang dianggap sehat?

Sebagian orang mungkin hanya mengetahui jika menahan buang air kecil itu tidak baik bagi kesehatan. Buang air kecil memang merupakan bagian normal dari kehidupan manusia sehari-hari. Tapi frekuensi buang air kecil dalam sehari seringnya diabaikan. Padahal dari jumlah buang air kecil, bisa diketahui kondisi kesehatan seseorang! Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.

Berapa kali buang air kecil dalam sehari?

Seseorang yang sehat bisa buang air kecil sekitar empat sampai sepuluh kali dalam sehari. Dalam waktu 24 jam, frekuensi normalnya untuk buang air kecil adalah 6-8 kali. Sedangkan banyaknya jumlah urin yang dikeluarkan dalam sehari berkisar antara 400 sampai 2.000 mL, dengan asupan cairan normal sekitar 2 liter per hari. Meski begitu, setiap orang punya frekuensi buang air kecil dalam sehari.

Seberapa sering Anda buang air kecil tergantung pada banyak faktor yang mempengaruhi, seperti:

• Usia

• Banyaknya Anda minum dalam sehari

• Apa yang Anda minum

• Kondisi medis, seperti diabetes atau infeksi saluran kemih

• Penggunaan obat

• Ukuran kandung kemih

• Keadaan khusus, seperti kehamilan atau setelah melahirkan, bisa mempengaruhi seberapa sering Anda buang air kecil juga. Selama kehamilan, seorang wanita buang air kecil lebih sering karena perubahan cairan seiring dengan tekanan kandung kemih dari janin yang sedang tumbuh. Sedangkan setelah melahirkan, seorang wanita akan mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil hingga delapan minggu. Hal ini terjadi karena efek asupan cairan tambahan yang mungkin diterima selama persalinan dari infus, dan obat-obatan sebagai respons alami tubuh untuk menghilangkan cairan tersebut setelah melahirkan.

Kondisi medis yang memengaruhi frekuensi buang air kecil dalam sehari

Jika Anda menemukan bahwa frekuensi buang air kecil Anda lebih dari jumlah normal 6-8 kali sehari Anda perlu waspada. Selain masalah inkontinensia atau retensi urin berikut ini beberapa kondisi medis yang bisa mempengaruhi frekuensi buang air kecil Anda dalam sehari.

• Diabetes. Jika Anda menderita diabetes atau diabetes yang tidak terdiagnosis, gula ekstra di aliran darah Anda menyebabkan cairan berpindah sehingga Anda buang air kecil lebih sering.

• Hipo atau hiperkalsemia. Jika kadar kalsium di tubuh Anda tidak seimbang, apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah, ini bisa mengganggu aliran urin dalam tubuh Anda.

• Anemia sel sabit. Kondisi ini bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan konsentrasi urine. Hal ini dapat menyebabkan penderita anemia sel sabit buang air kecil lebih sering.

• Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi lain yang dapat mempengaruhi seberapa sering Anda buang air kecil. Baik pria maupun wanita bisa mengalami ISK, meski lebih sering terjadi pada wanita. ISK akan membuat Anda sering buang air kecil, bahkan jika Anda baru saja buang air kecil. Selama infeksi, Anda memang sering buang air kecil, namun jumlah urin yang dikeluarkan sedikit-sedikit. Anda mungkin juga akan merasakan sensasi terbakar saat Anda buang air kecil. Ada banyak penyebab ISK yang mungkin terjadi, jadi sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter jika Anda mencurigai adanya infeksi pada saluran kemih Anda.

• Kondisi tertentu dapat menyebabkan Anda mengalami produksi urin yang lebih rendah dari rata-rata. Bagi pria, ini mungkin karena adanya pembesaran prostat. Bila prostat membesar, bisa menghalangi aliran urin keluar dari kandung kemih Anda. Nah hal inilah yang membuat Anda tidak dapat sepenuhnya mengosongkan kandung kemih, bahkan setelah buang air kecil.

• Orang dengan masalah jantung, tekanan darah tinggi, atau fungsi ginjal yang lemah sering mengkonsumsi obat yang disebut diuretik. Diuretik menarik cairan ekstra keluar dari aliran darah dan memindahkannya ke ginjal. Mengonsumsi obat diuretik ini dapat menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering.

Bila Anda terlalu sering buang air kecil dalam hari sehingga Anda merasa hal tersebut mempengaruhi kualitas hidup Anda, sebaiknya segeralah ke dokter untuk konsultasi. Kondisi kesehatan yang mengakibatkan sering buang air kecil, selalu lebih baik ketika diobati lebih awal. Ini untuk menghindari komplikasi atau infeksi menyebar ke bagian lain dari tubuh. Demikian dilansir dari Hellosehat.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini