Image

Carrie Fisher Meninggal, Seberapa Mematikan Sleep Apnea?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 13:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 19 481 1719729 carrie-fisher-meninggal-seberapa-mematikan-sleep-apnea-fxvVAwBh95.jpg Carrie Fisher (Foto: Glamour)

SLEEP apnea yang menyebabkan Carrie Fisher meninggal ternyata diderita pula oleh kira-kira 22 juta orang Amerika, dan sebagian besar kasus tidak terdiagnosis. sleep apnea adalah gangguan pernapasan saat tidur yang bisa berlangsung beberapa kali.

Menurut American Sleep Apnea Association, penyebab kasus sleep apnea tidak terdiagnosis karena penderita tidak mengalami gejala saat mereka terjaga. Selain itu, sleep apnea juga tidak terdeteksi pada tes darah.

Maka dari itu, Anda harus memperhatikan orang-orang yang tidur di sekitar Anda. Biasanya orang yang menderita sleep apnea menimbulkan gejala seperti suara mendengkur atau tersedak saat bernapas selagi tidur.

Ada 2 tipe utama sleep apnea yaitu obstructive sleep apnea dan central sleep apnea. Obstructive sleep apnea paling umum terjadi pada orang yang kelebihan berat badan. Mereka yang menderita sleep apnea jenis ini saluran pernapasannya ambruk atau tersumbat. Hal itu menyebabkan suara dengkur yang keras. Sementara itu, central sleep apnea bisa menyerang siapa saja dan terjadi karena otak gagal mengirimkan sinyal yang tepat ke otot yang mengendalikan pernapasan.

Meskipun jarang menyebabkan kematian, namun sleep apnea bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan fatal lainnya. Sleep apnea dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, stroke, obesitas, diabetes, dan serangan jantung seperti yang dilansir dari People, Senin (19/6/2017).

Salah satu cara untuk mengobati sleep apnea adalah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti makan lebih sehat, menurunkan berat badan, dan olahraga pernapasan tertentu. Jika tidak diobati, sleep apnea dapat menyebabkan angka kematian yang lebih tinggi untuk penderitanya.

Menurut sebuah penelitian di 2008 yang dilakukan oleh para periset University of Wisconsin-Madison, orang yang menderita sleep apnea parah dan tidak diobati berisiko meninggal 3 kali lebih cepat dibanding dengan mereka yang tidak menderita.

Penelitian terdahulu juga menyebutkan bahwa penyalahgunaan zat-zat tertentu dapat menyebabkan gangguan tidur lebih sering terjadi. Menurut sebuah penelitian di 2009 yang dipublikasikan secara online US National Library of Medicine National Institutes of Health, pasien dengan gangguan tidur sering menggunakan obat-obatan terlarang atau alkohol untuk cepat tidur atau tetap terjaga di siang hari. Penyalahgunaan zat juga bisa menyebabkan gangguan tidur kambuh.

Sleep apnea, dikombinasikan dengan faktor lainnya, menyebabkan Fisher mengalami serangan jantung pada akhir tahun lalu. Saat terbang dari London ke Los Angeles pada hari Jumat, 23 Desember 2016 dia mengalami serangan jantung.

Petugas paramedis menurunkannya dari penerbangan dan membawanya ke rumah sakit terdekat tempat ia pernah dirawat karena penyakit yang sama. Kemudian Fisher meninggal di rumah sakit, hanya satu hari sebelum ibunya, Debbie Reynolds, meninggal dunia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini