Image

Mudik Naik Pesawat, Waspadai Bahaya Kontaminasi Udara di Kabin

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 18:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 19 481 1720142 mudik-naik-pesawat-waspadai-bahaya-kontaminasi-udara-di-kabin-rFjLhEMFjt.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

MUDIK naik pesawat mungkin menjadi yang paling nyaman. Tapi, ada risiko kesehatan yang dihadapi oleh pemudik yang naik pesawat.

Seorang peneliti menyarankan agar penerbangan memiliki peringatan kesehatan. Sebab udara yang tercemar di dalam pesawat terbang dapat menyebabkan masalah yang serius. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 200 kru pesawat menunjukkan hubungan antara asap dan kesehatan buruk yang berasal dari udara di dalam kabin pesawat.

Peneliti dari Stirling University menemukan beragam penyakit yang bisa timbul dari yang ringan hingga yang kronis seperti sakit kepala serta masalah pernapasan dan penglihatan. Dr Susan Michaelis, dari kelompok penelitian kesehatan kerja dan lingkungan universitas, mengatakan “Penelitian ini memberikan hasil yang sangat signifikan dan relevan untuk semua pekerja pesawat terbang serta penumpang di seluruh dunia,” ujarnya seperti yang dikutip dari Dailymail, Senin (19/6/2017).

Terdapat hubungan sebab akibat yang menjelaskan hubungan antara efek kesegaran dengan fitur desain pesawat. Dalam penerbangan normal, fitur desain pesawat bisa menyebabkan pasokan udara menjadi terkontaminasi oleh minyak mesin dan cairan.

"Ini adalah masalah kesehatan kerja yang konsekuensinya jelas dengan keamanan penerbangan,” tambahnya.

Dua review berbeda dari awak pesawat yang terkena insiden kontaminasi udara dianalisis oleh tim peneliti. Satu review melaporkan bahwa efek kesehatan buruk pada awak pesawat mencapai 65%. Review lainnya mengatakan, 75% awak pesawat yang terkena kebocoran minyak mengalami gejala buruk.

Peneliti menganalisis lebih dalam dua pertiga dari kasus asap sebelum dan sesudah kejadian. Profesor Vyvyan Howard dari University of Ulster, menuturkan, “Apa yang kita lihat di sini adalah awak pesawat berulang kali terkena tingkat kontaminan berbahaya yang rendah dari minyak mesin di udara, dan pada tingkat yang lebih rendah hal ini juga berlaku untuk selebaran yang sering.”

"Dari sejumlah besar bukti ilmiah toksilogi, kontaminasi udara dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Menurut pendapat saya, hal ini menjelaskan mengapa awak pesawat lebih rentan terhadap penyakit,” papar Vyvyan.

Namun bukan hanya pada awak pesawat, kontaminasi udara ini juga harus dihindari oleh penumpang yang rentan sakit dan ibu hamil. Para penulis mengatakan bahwa penyebab paling mungkin dari masalah kesehatan yang timbul adalah “sindrom aerotoxic”, bahan kimia organofosfat yang digunakan pada mesin jet.

Bahan kimia itu menyerang lapisan luar sel saraf, sehingga cenderung tidak menimbulkan tanda dan gejala yang jelas dikenali sebagai sindrom. Melainkan yang muncul adalah gejala neurologis yang menyebar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini