Image

Jadi Korban Kekerasan Seksual, Anak-Anak Harus Berani Melapor

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 15:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 20 196 1720614 jadi-korban-kekerasan-seksual-anak-anak-harus-berani-melapor-QiYnxQIPnS.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

ANAK-ANAK adalah makhluk yang harus dilindungi dan diberikan hak tumbuh serta berkembang seluas-luasnya. Untuk itu, semua pihak perlu bertanggung jawab melindungi anak dari kekerasan yang mencakup fisik, verbal, dan pornografi.

Belakangan kasus kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat. Berdasarkan hasil pemetaan pornografi online terhadap anak yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2016, ditemukan fakta bahwa dari 1.747 pemberitaan news online selama bulan September-November 2016, jumlah pemberitaan tertinggi yaitu pencabulan (135 pemberitaan), lalu diikuti oleh kekerasan seksual (122 pemberitaan), menyusul perkosaan (88 pemberitaan), sodomi (19 pemberitaan) dan pedofilia (11 pemberitaan).

Kemudian dari media sosial Twitter, ditemukan fakta bahwa selama bulan September-November 2016 rata-rata jumlah perbincangan pornografi sekitar 20 ribuan tweet perhari, dengan 14,5 persennya adalah terkait pornografi anak dengan konten berupa link image dan video yang menampilkan anak.

Menanggapi temuan tersebut, Asisten Deputi Perlindungan Anak Dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Valentina Ginting menyampaikan, untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya kasus-kasus anak, dibutuhkan komitmen bersama untuk melindungi anak, baik pemerintah, masyarakat dan orangtua.

"Peran serta pendidik juga sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan. Komunikasi yang positif perlu dibangun antara pendidik dan murid sehingga murid dapat secara terbuka berkonsultasi dengan para pendidik, dan tidak menjadi pelaku atau korban kekerasan khususnya di lembaga pendidikan. Anak-anak semua harus aktif menjadi pelopor dan pelapor bagi sesamanya," ujar Valentina saat ditemui Okezone dalam acara safari Ramadan KPPPA di Depok beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, anak adalah generasi penerus bangsa yang berpotensi memiliki peran strategis, sebagai pewaris bangsa yang memikul tanggungjawab besar. Maka seluruh elemen masyarakat harus menjamin dan melindungi mereka agar hak-haknya untuk tumbuh terpenuhi.

“Sebab, misalnya anak bangsa tidak dilindungi kelak, maka dikhawatirkan bangsa akan rusak dan tidak mempunyai pemimpin yang bijaksana dan berkualitas baik,“ ungkap Valentina.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini