Image

Mengupas Asal Usul Jalur Mudik Pantura

Tentry Yudvi, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 20 406 1720532 mengupas-asal-usul-jalur-mudik-pantura-ETeQx8H0Qm.jpg Suasana Jalur Mudik Pantura (foto: Okezone)

JALUR Pantai Utara (Pantura) selama ini menjadi jalur favorit mudikers dari Jakarta ketika menuju kampung halaman di kawasan Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Jalur ini pun selalu dipadati oleh banyak mudikers tiap mudik lebaran menuju destinasi kampung halaman.

Namun tahukah Anda jika Jalur Pantura ini sebenarnya merupakan sisa peninggalan penjajahan Belanda? Ya, jalur Pantura sudah ada sejak zaman pemerintahan Herman Willem Daendels yang selesai di tahun 1808.

Selama proses pembuatan jalan sepanjang 1.000 kilometer ini, banyak nyawa terenggut karena sistem kerja paksa yang dilakukan oleh Daendels. Bagaimana tidak, dalam waktu setahun jalanan sudah rampung.

Sejarah mengenai Jalur Pantura memang belum banyak dikenal masyarkat, khususnya mudikers. Padahal jalanan mulus tersebut menjadi saksi biksu kekejaman pemerintah Belanda.

Awal mulanya dibangun jalur ini karena ingin melindungi Pulau Jawa dari kekuasaan Prancis dan juga Inggris. Dengan hadirnya jalanan membuat akses pasukan Belanda mudah untuk wara-wiri dan menjaga kawasan di Pulau Jawa.

Dalam pembuatannyam Jalur Pantura atau dikenal sebagai Jalur Pos ini dilakukan secara dua tahapan. Pertama, Daendels memulai pembuatan jalur dari Pelabuhan Merak hingga Ujung Kulon di tahun 1808. Lalu pembangunan jalanan dimulai dari Anyer, Batavia hingga Merak, sehingga jalur Batavia –Banten sudah bisa rampung.

Barulah di tahun 1809, pembangunan dimulai dari Pandeglang sampai ke kota Sumedang. Lalu dilanjutkan kembali pembangunan hingga Semarang dan Demak. Pekerja yang merupakan orang Indonesia mati karena kelelahan, kelaparan, hingga terkena penyakit malaria. Begitulah sekilas sejarah mengenai Jalur Pantura. (fid)

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini