FOOD STORY: Makan ala Liwetan, Tradisi Nusantara yang Kini Jadi Tren Kuliner Modern

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Rabu 21 Juni 2017 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 21 298 1721636 food-story-makan-ala-liwetan-tradisi-nusantara-yang-kini-jadi-tren-kuliner-modern-0PLUx9Dv6x.jpg Makan ala liwetan (Foto:Instagram)

JIKA Anda pengguna media sosial, sudah pasti melihat banyak foto yang memperlihatkan serunya makan ala liwetan dengan alas berupa selembar daun pisang. Cara makan ini merupakan tradisi Nusantara yang diwariskan oleh nenek moyang. Kini makan ala liwetan jadi tren kuliner modern karena banyak masyarakat dari kota besar ikut menyantapnya.

Sebenarnya kata liwetan sendiri berasal dari sebutan nasi liwet karena nasi yang disantap umumnya nasi liwet khas Sunda. Tapi padahal tradisi seperti ini banyak dilakukan masyarakat berbagai daerah.

A post shared by indra (@indralie83) on Jun 20, 2017 at 9:51pm PDT


Dijelaskan pakar kuliner William Wongso, tradisi makan bersama ini ada banyak sebutannya mulai dari bajamba, megibung hingga kenduren. “Kalau di Sumatera namanya bajamba, di Bali Megibung, di Jawa disebutnya kenduren atau kenduri. Nah liwetan populer di Sunda. Intinya semua makan bersama di lantai atau lesehan,” jelas William Wongso saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Rabu (21/6/2017).

[Baca Juga : Kenali Tradisi Makan Bersama ala Masyarakat Indonesia]

Pria ramah yang akrab disapa Om Will ini juga menjelaskan filosofi yang terkandung dalam kegiatan makan bersama ini. “Filosofinya semua orang tidak ada batasnya, tidak ada perbedaan. Semua makan dari wadah yang sama, bersama-sama. Tidak ada yang bilang, ini lho piring saya, ini piring kamu, tidak ada karena semua bersatu,” lanjut Om Will.

Di daerah, tradisi kuliner seperti ini hanya dilakukan saat momen-momen tertentu misalnya seperti upacara adat, acara syukuran dan selamatan. Tapi kini liwetan tampaknya jadi hal yang naik kelas, banyak restoran dan usaha catering yang menyediakan menu khas liwetan.

[Baca Juga : Mengintip Bancakan, Tradisi Makan Bersama Urang Sunda]

Masyarakat urban dari kota besar juga banyak yang menerapkan cara makan ini dalam berbagai kesempatan misalnya arisan, acara kumpul-kumpul hingga santapan makan buka puasa. Hal seperti ini membuat tradisi liwetan seolah naik kelas dan dianggap sebagai hal yang ngetren.

 

“Tren kuliner seperti ini bagus karena bisa mengembalikan satu tradisi lama yang dijadikan ajang sosial modern. Dulu di daerah harus ada upacara dulu baru bisa makan seperti itu, sekarang semua orang bisa dan momennya apa saja,” pungkas Om Will.

 [Baca Juga:  Datang ke Daerah, Jangan Kaget jika Diajak Makan Bersama ala Tradisional]

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini