nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jarang Disadari, Wanita Harus Waspadai Tumor Ini

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 21 Juni 2017 22:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 21 481 1721962 jarang-disadari-wanita-harus-waspadai-tumor-ini-BDdyyPzET1.jpg Ilustrasi (Foto: Health)

MENDENGAR kata tumor tampaknya membuat orang merasa takut. Kaum wanita mungkin harus lebih berhati-hati karena berpeluang besar memiliki tumor.

Menurut penelitian National Institutes of Health, lebih dari 50% wanita yang berusia 50 tahun bisa memiliki fibroid. Fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam dinding rahim.

Walaupun persentasenya besar, banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa mereka memiliki fibroid. Hal itu disebabkan karena ukurannya sangat kecil dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi dalam kasus tertentu, tumor yang lebih besar dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, masalah kesuburan, dan komplikasi kehamilan seperti yang dilansir dari Health, Rabu (21/6/2017).

Selain genetika, fibroid bisa tumbuh karena faktor lainnya. Namun tidak semua wanita memiliki fibroid. “Kami tidak benar-benar mengerti mengapa beberapa wanita mendapatkannya dan ada juga yang tidak," ucap Charles Ascher-Walsh, MD, profesor ginekologi, kebidanan, dan pengobatan reproduksi di Icahn School of Medicine, New York City.

Menurut dr Ascher Wash, tumor dapat berkembang pada titik manapun dan cenderung muncul saat wanita berusia pertengahan hingga akhir 30an dan 40an, kata Dr. Ascher-Walsh. Karena fibroid tumbuh di dinding rahim, gejala yang paling umum dialami adalah pendarahan tidak teratur dan menstruasi yang berat. Bagi banyak wanita, ukuran fibroid tetap kecil dan tumbuhnya lambat.

Tapi bila tumbuh lebih besar, mereka bisa menyebabkan gejala seperti mengalami tekanan di perut, merasa seperti ada beban di panggul Anda, atau bahkan seperti berada di tahap awal kehamilan. Gejala lain yang timbul adalah sering buang air kecil. Hal itu dikarenakan terkadang fibroid menekan kandung kemih. Bahkan bisa menyebabkan kerusakan ginjal apabila fibroid yang tumbuh membuat tabung yang membawa air kencing dari ginjal ke kandung kemih tersumbat.

Fibroid yang tumbuh besar juga bisa menyebabkan degenerasi darah dan bila itu terjadi akan terasa menyakitkan. Fibroid submukosa, yang menonjol ke dalam rongga rahim, dapat membuat wanita lebih sulit hamil karena mengganggu kemampuan telur untuk tertanam di rahim. "Tingkat keguguran dua kali lipat pada wanita yang memiliki jenis fibroid ini," kata dr Ascher-Walsh.

Lebih dari pada itu, wanita hamil yang memiliki fibroid dapat mengalami peningkatan risiko operasi caesar, persalinan prematur, dan abrupsio plasenta, yaitu saat plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya sehingga menyebabkan pendarahan yang mengancam jiwa.

Untuk memastikan Anda memiliki fibroid atau tidak, Anda perlu melakukan pemeriksaan panggul secara rutin. Jika saat pemeriksaan rahim terlihat membesar, kemungkinan Anda memiliki fibroid. Agar lebih pasti dan bisa menghitung fibroid yang tumbuh,bisa digunakan teknologi ultrasound atau MRI. Penting untuk memantau fibroid dari waktu ke waktu, karena jika tumbuh semakin besar bisa menyebabkan masalah pada organ lain di lain waktu.

Pilihan pengobatan untuk mengecilkan fibroid antara lain menggunakan pil KB atau IUD hormon, mengonsumsi obat-obatan yang melepaskan gonadotropin, dan operasi pengangkatan. Anda juga dianjurkan untuk minum vitamin D atau ekstrak teh hijau agar fibroid tidak tumbuh kembali.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini