Pria Bertubuh Super Gemuk Ini Meninggal Setelah Mr P Digerogoti Kanker

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 22 Juni 2017 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 22 481 1722551 pria-bertubuh-super-gemuk-ini-meninggal-setelah-mr-p-digerogoti-kanker-leeYGFQdzC.jpg Paul Humphrey bersama ibunya (Foto: Mirror)

SEORANG pria yang memiliki bobot tubuh setara 42 batu akhirnya meninggal dunia. Dia meninggal karena menderita kanker penis yang telat ditangani.

Pria bernama Paul Humphrey sebelumnya sudah sakit di area genitalnya selama dua tahun. Namun dokter tidak bisa mendeteksi penyakit Paul karena tubuhnya yang terlalu besar mengakibatkan ia tidak bisa melakukan pemeriksaan MRI dan CT scan.

“Penisnya akan berdarah berjam-jam pada suatu waktu. Tapi kami diberitahu bahwa dia tidak dapat melakukan tes karena tubuhnya terlalu lebar untuk pemeriksaan MRI dan CT scan,” ungkap ibu Paul, Linda Humphrey seperti yang dikutip dari Mirror, Kamis (22/6/2017)

Kanker yang diderita Paul termasuk kanker langka dan menyerang kulit penis. Paul baru diketahui menderita kanker penis pada bulan September tahun lalu.

Linda meminta dokter untuk mengangkat penis Paul agar hidupnya terselamatkan. Namun langkah itu terlambat dilakukan karena kanker sudah pada tahap terminal.

Setelah didiagnosis menderita kanker penis, Paul kehilangan bobot tubuhnya yang setara 12 batu. Paul pun tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan. Walaupun menyadari bahwa tidak ada peralatan yang cocok untuk mendiagnosis penyakit anaknya, Linda tetap merasa sangat sedih saat melihat anaknya menderita dalam waktu lama. Terlebih, Paul merasa sangat hancur saat penisnya diangkat.

“Namun dia tahu itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan hidup dan menyingkirkan penyakitnya yang mengerikan. Dia sangat berani,” kata Linda.

Setelah penisnya diangkat, Paul terus mendapatkan infeksi yang membunuhnya karena tubuhnya sudah tidak kuat untuk melawan. “Paul sudah siap untuk kehilangan hidupnya. Dia menangis dalam penderitaan saat para perawat menggulingkannya untuk memandikannya,” ujar Linda.

Kehilangan anak memang mengerikan bagi Linda. Namun ia bersyukur karena anaknya tidak lagi menderita dan sudah bisa merasa damai. Linda menceritakan bagaimana Paul kehilangan kendali sehingga bobot tubuhnya berlebihan. Semua itu terjadi setelah Paul menyelesaikan sekolah dan tidak bisa berhenti makan walaupun sudah berusaha. Paul bekerja sebagai penjaga di watu malam.

“Dia makan burger dan keripik untuk camilan tengah malam saat ia bekerja. Terlebih ia sudah memiliki uang sendiri untuk membelanjakan hal yang disukainya, sehingga saya tidak memiliki kendali atas makanannya,” jelas Linda.

“Dia benar-benar anak yang penuh kasih, perhatian dan baik, saya tidak akan pernah melupakan semua kenangan indah yang kami alami bersama. Kata-kata terakhir yang Paul katakan kepadaku adalah 'Aku mencintaimu ibu. Aku akan mengingatnya selamanya. Bagi beberapa orang, mungkin Paul akan dikenang karena bingkai batu di makam, tetapi bagiku dia selalu menjadi raksasa lembutku,” kenang Linda.

Kehilangan anak memang berat bagi Linda. Terlebih kakak Paul, David, kakinya juga harus diamputasi karena terkena diabetes.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini