Mabuk Perjalanan, Normal atau Tidak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 22 481 1723090 mabuk-perjalanan-normal-atau-tidak-giQQJRMC2l.jpg Ilustrasi (Foto: Arnoldclark)

BANYAK orang mengeluhkan malas berlama-lama di perjalanan. Selain membosankan dan pegal badan, ada juga yang mengeluhkan mabuk akibat terlalu lama berada di dalam kendaraan. Gerakan mobil yang tidak lancar bahkan berhenti mendadak membuat tubuh bereaksi dengan rasa mual tersebut.

Tapi, apakah efek mual atau mabuk tersebut normal dirasakan? Mengingat bukan hanya satu atau dua orang saja yang merasakan kondisi tersebut. Dilansir dari Medicine Net, mabuk kendaraan sebenarnya bisa dialami siapa saja. Tergantung dari efek tubuh menangkap rangsangan yang terjadi di luar badan.

Perlu diketahui, mabuk perjalanan sebenarnya terjadi karena apa yang Anda dengar tidak sama dengan apa yang Anda lihat. Kondisi itu banyak dirasakan saat Anda di dalam mobil, kereta, lift, pesawat, dan tempat lainnya yang bergerak.

Respon tubuh pertama kali bila merasakan mabuk perjalanan atau dalam istilah medis disebut Motion Sickness adalah rasa mual berlebih. Setelah itu, tubuh akan mengeluarkan keringat sehingga menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.

Dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, faktor yang membuat seseorang bisa menderita penyakit tersebut adalah genetika. ’’Pada beberapa orang, secara gen mereka memang memiliki masalah tersebut. Kondisi semakin parah bila dia punya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan mabuk perjalanan ini,’’ tuturnya saat diwawancarai Okezone di RSCM Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat khusus mabuk perjalanan yang banyak di pasaran. Dr Ari menyatakan, mengonsumsi obat tersebut sebaiknya sebelum perjalanan dimulai. ’’Yang terpenting, bagi pengendara jangan pernah minum obat anti mabuk saat mengendarai. Efek samping kantuk berlebih dari obat tersebut bisa membahayakan orang lain,’’ tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini