nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurang Tidur Bikin Gairah Seks Wanita Drop

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 03 Juli 2017 00:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 23 481 1723427 kurang-tidur-bikin-gairah-seks-wanita-drop-EYzZTLCa3k.jpg Ilustrasi (Foto: Youngisthan)

DORONGAN seks dan kepuasan seksual adalah masalah yang rumit. Banyak faktor yang dapat memengaruhi keduanya, terutama saat pasangan bertambah tua. Tapi penelitian baru mengungkapkan bahwa perempuan yang kurang menikmati hubungan seks bisa jadi karena pola tidurnya yang bermasalah.

Dalam sebuah studi baru yang dilakukan oleh Mayo Clinic, perempuan yang waktu tidurnya kurang cenderung tidak melakukan aktivitas seksual dengan pasangannya, sehingga tingkat kepuasan seksualnya rendah. Dan ternyata, mereka yang mengalami insomnia juga memiliki tingkat kepuasan seksual yang rendah, walaupun aktivitas seksual yang mereka lakukan sama seperti mereka yang waktu tidurnya cukup.

“Ada banyak penelitian yang melihat bagaimana insomnia memengaruhi keadaan seperti kelelahan dan konsentrasi di siang hari. Saya menduga hal ini juga berdampak pada fungsi seksual,” kata penulis utama Dr. Juliana Kling, seorang dokter kesehatan wanita di Mayo Clinic Scottsdale, Arizona seperti yang dilansir dari Time. Tidak mengherankan, apabila perempuan yang memiliki masalah tidur sudah terlalu lelah untuk menikmati seks.

Penelitian mengamati data dari hampir 100.000 wanita pasca-menopause yang berusia 50 sampai 79 tahun. Lebih dari setengah perempuan melaporkan bahwa mereka merasa sangat puas dengan aktivitas seksual mereka saat ini dan 52% melaporkan masih melakukan aktivitas seksual dengan pasangan mereka dalam setahun terakhir.

Sudah biasa bagi perempuan memiliki masalah dengan pola tidur dan fungsi seksualnya dan setelah menopause. Namun Kling mengatakan dia tidak dapat memastikan apakah hubungan itu bisa berlaku untuk pria ataupun perempuan muda. Penelitian lain mengungkapkan hasil yang lebih luas yaitu perempuan yang berusia remaja dan mendapat lebih banyak tidur di malam hari memiliki tingkat gairah genital yang lebih tinggi keesokan harinya.

Masalah tidur sering kali bertambah buruk seiring bertambahnya usia. Hal itu dapat berpengaruh pula terhadap masalah kesehatan seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan depresi. Jadi, untuk memastikan tidur secara pasti berkaitan dengan tingkat kepuasan seksual, para peneliti melakukan dua perhitungan berbeda yang disesuaikan untuk hal-hal seperti penyakit kronis, usia, status perkawinan, status merokok, penggunaan antidepresan, dan tingkat stres tinggi.

Dalam kedua analisis yang dilakukan ternyata hubungan antara keduanya tetap ada. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Menopause itu harusnya menjadi pesan bagi perempuan agar memiliki waktu tidur yang cukup tidur dan berkualitas karena berdampak pada fungsi seksual mereka.

“Jika seorang pasien mengatakan bahwa dia mengalami masalah kesehatan seksual, biasanya dia tidak membicarakan tentang pola tidurnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa mungkin ada korelasi di sana, dan mungkin perlu ditangani,” tutup Kling.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini