Kabar Gembira! Ngemil Coklat Bisa Menyehatkan Jantung Loh

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 27 Juni 2017 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 26 481 1724957 kabar-gembira-ngemil-coklat-bisa-menyehatkan-jantung-loh-ZVvuDWYAAS.jpg Ilustrasi (Foto: Theconversation)

TERLALU banyak makan coklat mungkin bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tapi mengonsumsi sedikit coklat setiap minggu dapat mengurangi risiko detak jantung yang tidak teratur.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Heart, menunjukkan, mereka yang memakan 2-6 ons coklat per minggu cenderung tidak menderita AFib atau atrial fibrillation. Kondisi tersebut adalah irama denyut jantung berdetak tidak teratur dan dapat menyebabkan penggumpalan darah, stroke, gagal jantung, serta komplikasi lain terkait jantung.

Peneliti mengumpulkan data untuk studi jangka panjang dari sekitar 55.500 orang di Denmark. Para peserta yang berusia antara 50 dan 64 tahun memberikan informasi tentang makanan mereka antara tahun 1993 dan 1997. Periset kemudian menghubungkan data diet ke daftar kesehatan nasional Denmark untuk mengetahui siapa yang didiagnosis menderita gangguan irama jantung.

Berdasarkan data yang ada, sekitar 3.346 kasus gangguan irama jantung terjadi pada peserta studi rata-rata selama 13,5 tahun. Mereka yang makan 1 ons coklat per minggu, 17 persen lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis menderita gangguan irama jantung dibandingkan mereka makan coklat kurang dari sebulan sekali. Sementara mereka yang makan lebih dari satu ons coklat per hari memiliki kemungkinan 16 persen untuk memiliki menderita gangguan irama jantung.

Bagi wanita, pengurangan risiko terbesar dikaitkan dengan makan satu porsi coklat per minggu. Bagi pria, pengurangan risiko terbesar dikaitkan dengan makan 2 sampai 6 porsi per minggu.

“Menurut saya, pesan kami di sini adalah bahwa asupan coklat moderat sebagai bagian dari makanan sehat adalah pilihan," kata penulis utama Elizabeth Mostofsky, dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston.

Lebih lanjut, Tim Mostofsky, untuk sementara mereka tidak bisa secara definitif menyimpulkan bahwa coklat mencegah gangguan irama jantung, dan mengonsumsi makanan yang mengandung kakao dapat membantu kesehatan jantung, karena mengandung flavanoid tinggi. Itu merupakan senyawa yang diyakini memiliki anti-inflamasi untuk melepaskan pembuluh darah dan sifat antioksidan.

"Sebagai bagian dari makanan sehat, asupan coklat yang moderat adalah pilihan makanan ringan yang sehat," kata Mostofsky.

Sementara, periset memperingatkan, mereka tidak dapat mengukur hal-hal seperti penyakit ginjal atau sleep apnea di antara peserta yang mempengaruhi risiko gangguan irama jantung. Data tersebut juga menyarankan, mereka yang makan coklat paling banyak untuk mengonsumsi lebih banyak kalori memiliki indeks massa tubuh lebih rendah.

“Sangat mungkin bahwa orang-orang ini lebih aktif secara fisik,” tutur Alice Lichtenstein, direktur dan ilmuwan senior di Laboratorium Nutrisi Kardiovaskular, Tufts University, Boston.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini