Menyusui Turunkan Risiko Kanker Rahim

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 03 Juli 2017 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 03 481 1727149 menyusui-turunkan-risiko-kanker-rahim-tCYb2Ec6Br.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

SELAIN menguatkan ikatan batin antara ibu dan bayi, ternyata menyusui juga bisa menurunkan risiko terjadinya kanker endometrium.

Hal ini berdasarkan analisis terhadap 17 penelitian di masa lalu. Ibu yang memberi ASI pada bayinya selama enam bulan atau lebih memiliki kemungkinan 11% lebih kecil terkena kanker endometrium dibanding ibu yang memiliki bayi namun tidak menyusui.

“Kanker pada rahim terus mengalami kenaikan. Untuk itu kita perlu mencegahnya,” kata penulis utama penelitian, Susan Jordan dari QIMR Berghofer Medical Research Institute, Brisbane, Australia kepada Reuters seperti yang dikutip dari Fox News.

“Semakin banyak perempuan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa menurunkan risiko kanker di masa depan, semakin baik,” tambah Susan.

Laporan penelitian yang dipublikasikan di Obstetrics and Gynecology itu menggunakan data yang dikumpulkan dalam Epidemiology of Endometrial Cancer Consortium, termasuk 10 data dari Amerika Serikat dan beberapa data lain dari Kanada, China, Eropa, dan Austrialia. Para peneliti menganalisis lebih dari 26.000 perempuan yang pernah memiliki anak, apakah mereka memberi ASI dan dalam waktu berapa lama. Peneliti menemukan sebanyak 9.000 orang perempuan telah didiagnosis menderita kanker endometrium.

Bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko lain seperti usia, ras, pendidikan, penggunaan alat kontrasepsi oral, status menopause, tahun sejak kehamilan terakhir, dan indeks massa tubuh, manfaat pemberian ASI tetap ada.

Penulis penelitian mencatat bahwa penelitian bukan untuk membuktikan bahwa pemberian ASI membantu melindungi rahim terhadap kanker endometrium. Namun yang ingin ditegaskan adalah estrogen, yang merangsang pertumbuhan kanker ditekan selama proses menyusui.

“Walaupun bukti ini mungkin tidak meyakinkan perempuan untuk menyusui, namun hasil penelitian bisa memberikan gambaran tentang keseluruhan manfaat menyusui yang berkontribusi terhadap kesehatan,” kata Susan pada Reuters.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini