nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hobi Lari, Wanita Lebih Berisiko Cedera dibanding Pria

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 05 Juli 2017 06:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 04 481 1728478 hobi-lari-wanita-lebih-berisiko-cedera-dibanding-pria-Ya1EtF5N1l.jpg Ilustrasi (Foto: BBC)

SALAH satu olahraga yang paling mudah dilakukan adalah berlari. Lari bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Anda hanya perlu menyiapkan sepasang sepatu lari dan stamina yang bagus untuk melakukan olahraga ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, orang yang memilih olahraga berlari mengalami peningkatan. Bahkan semakin banyak orang yang mengikuti kompetisi lari. Namun sebuah data menunjukkan bahwa 79% pelari akan mengalami cedera pada beberapa titik.

“Berlari kencang terutama dalam jarak jauh bisa merusak orang secara ortopedi,” ungkap James O’Keefe, seorang ahli jantung di St. Luke’s Mid America Heart Institute, Kansas yang juga seorang mantan pelari seperti yang dikutip dari TIME, Rabu (5/7/2017).

Walau begitu, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari berlari. Studi terbaru tentang berlari dan pengaruhnya terhadap tubuh mengungkapkan bahwa lari menawarkan dorongan dan harapan baik bagi mereka yang menyukai olahraga ini.

Inilah beberapa hal yang mungkin Anda tidak ketahui tentang lari

Mencegah cedera

Sebuah studi kecil yang diterbitkan pada bulan Desember tahun lalu mengatakan bahwa berlari selama 30 menit bisa menurunkan peradangan pada sendi. Berlari juga mencegah cedera dibanding meningkatkan risikonya. Memang ada beberapa orang yang berlari sepanjang waktu tapi tidak memiliki masalah pada persendiannya. Namun ada juga yang memiliki arthritis pada usia muda. Untuk itu, mereka perlu memulihkan diri terlebih dahulu pasca-latihan.

Berisiko untuk wanita

Sebuah data menunjukkan setidaknya ada 57% pelari wanita di seluruh dunia. Tapi umumnya pria dan wanita berlari dengan cara berbeda. Dalam beberapa kasus, peluang wanita untuk mengalami cedera lebih besar.

Hal itu disebabkan karena lengkungan pada tubuh wanita cenderung lebih tinggi dibanding pria. Wanita juga cenderung kurang memiliki kekuatan pada pinggulnya dan mengandalkan tumit untuk menahan berat tubuhnya dibanding jari kaki. Itulah yang menyebabkan risiko cedera lebih besar.

Bisa dilakukan kapan saja

Karena mudah dilakukan berlari bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat Anda mulai memasuki usia tua. Namun banyak orang yang berusia di atas 45 tahun lebih memilih jalan cepat dibanding berlari karena akan membuat persendiannya terasa lebih baik.

“Saya menyarankan orang-orang yang berusia di atas 45 tahun untuk menghindari lari jarak jauh dengan intensitas tinggi karena kondisi tubuh sudah tidak setangguh saat muda,” ujar O’Keefe.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini