nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanya Solusi Jangka Pendek, Kemoterapi Justru Memicu Kanker Cepat Menyebar & Lebih Agresif

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 06 Juli 2017 17:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 06 481 1730218 hanya-solusi-jangka-pendek-kemoterapi-justru-memicu-kanker-cepat-menyebar-lebih-agresif-MK3f0YgefC.jpg Ilustrasi (Foto: Newscienetist)

KEMOTERAPI biasanya dipilih untuk mencegah penyebaran sel kanker. Namun ternyata, sebuah penelitian baru mengungkapkan kemoterapi justru menyebabkan penyebaran sel kanker lebih cepat dan kemungkinan tumbuh kembali, bahkan lebih agresif.

Para ilmuwan di New York Albert Einstein College of Medicine telah menemukan bukti, kemoterapi hanya solusi jangka pendek. Penelitian mereka menunjukkan, saat mengecilkan tumor, kemoterapi secara bersamaan membuka pintu gerbang untuk tumor menyebar ke sistem darah. Hal itu menyebabkan tumor lebih mudah untuk tumbuh.

Jika sudah begitu, kanker menjadi sangat sulit diobati saat menyebar ke organ lain dan kemudian diklasifikasikan sebagai stadium 4. Penulis utama penelitian, Dr George Karagiannis mengatakan, hasil penelitian itu tidak seharusnya menghalangi pasien untuk mencari pengobatan. Malah, hasil penelitian bisa menyarankan kepada dokter agar menciptakan cara baru yang lebih baik untuk perkembangan tumor pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

"Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah mendapatkan sedikit jaringan tumor setelah diberikan beberapa dosis kemoterapi sebelum melakukan operasi," kata Dr Karagiannis kepada Telegraph, seperti yang dikutip dari Dailymail, Kamis (6/7/2017).

Apabila dilihat adanya peningkatan ukuran tumor, maka dokter akan merekomendasikan untuk menghentikan kemoterapi dan menjalankan operasi terlebih dahulu. Setelah operasi pengangkatan tumor dilakukan, barulah diikuti kemoterapi pasca-operasi.

Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan pil dan kemudian dimasukkan ke dalam tubuh melalui infus. Kemudian obat-obatan itu akan bergerak ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Cara itu terbilang efektif karena obat-obatan bisa mencapai sel kanker yang mungkin telah menyebar jauh dari tumor, seperti yang biasa terjadi pada kanker payudara.

Namun, penelitian ini bukanlah studi pertama yang mengungkapkan, kemoterapi dapat memicu kanker sekunder. Sebuah studi 2012 oleh Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle terlebih dahulu menemukan, kemoterapi bisa mengaktifkan sel sehat untuk mendorong pertumbuhan tumor. Terkadang dosis obat yang diberikan pada pasien untuk membunuh tumor bisa terlalu tinggi.

Dengan demikian, dokter harus memberikan dosis yang lebih rendah. Tapi hal itu memiliki dua kelemahan, yaitu bisa memfasilitasi penyebaran sel kanker yang berbahaya dan memungkinkan sel tumor bertahan sebab kebal terhadap kemoterapi, sehingga menyebar ke organ lain melalui kelenjar getah bening.

Jika sudah begitu, muncul kanker sekunder atau kanker metastatik. Kanker sekunder biasanya sudah pada tahap stadium 4 sehingga sangat sulit untuk diobati karena tumor cenderung lebih agresif dan kebal terhadap pengobatan. Dalam banyak kasus, malahan tumor tumbuh di area yang sulit sehingga berbahaya jika dilakukan operasi.

"Saat ini, kami tengah berupaya untuk merencanakan uji coba lebih luas untuk menangani masalah yang timbul karena kemoterapi," kata Dr Karagiannis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini