AWAS! Konsumsi Gula Berlebihan Selama Hamil Memicu Anak Terkena Asma

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 07 481 1731330 awas-konsumsi-gula-berlebihan-selama-hamil-memicu-anak-terkena-asma-DG4MwtIpuK.jpg Ilustrasi (Foto: Momjunction)

MENGONSUMSI gula terlalu banyak bisa menaikkan kadar insulin dan berisiko terkena penyakit diabetes maupun mengalami obesitas. Ibu hamil juga harus memperhatikan asupan gula yang mereka konsumsi. Sebab, kebanyakan makan gula bisa memicu alergi pada janin yang sedang dikandungnya.

Sebuah penelitian di European Respiratory Journal mengatakan, gula yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa mengembangkan alergi dan asma pada bayi. Para peneliti menganalisis 9.000 perempuan yang hamil di awal 1990-an dan anak-anak yang dilahirkannya.

Anak-anak diuji asma dan beberapa alergi umum seperti debu, bulu kucing, dan rumput saat berusia 7 tahun. Sedangkan para ibu diminta untuk melaporkan makanan yang dikonsumsi mingguan selama masa kehamilan termasuk gula, kopi, dan teh. Hal ini diperlukan untuk menghitung asupan tambahan gula yang tidak termasuk dari buah, sayuran atau produk susu.

Walaupun hasil penelitian tergolong lemah untuk menunjukkan hubungan antara asupan gula tambahan pada ibu dengan peluang anak-anak untuk mengembangkan alergi secara keseluruhan, namun anak-anak itu memiliki alergi asma. Mereka didiagnosis melalui tes kulit positif alergen.

Selain itu, anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang mengonsumsi gula lebih banyak, memiliki kemungkinan 38% lebih banyak untuk melakukan tes positif terhadap satu alergen. Selain itu, mereka juga memiliki kemungkinan 73% untuk mendapatkan hasil tes positif untuk dua atau lebih alergen dibanding anak-anak yang ibunya tidak mendapatkan tambahan asupan gula.

Para peneliti mengendalikan beberapa faktor yang bisa memengaruhi temuan seperti faktor sosial dan aspek lain dari makanan ibu. Hasil penelitian memang tidak mampu menunjukkan hubungan sebab akibat. Namun para penulis menduga, asupan gula yang tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan peradangan pada jaringan paru-paru, sehingga anak-anak cenderung alergi.

"Kami tahu bahwa periode prenatal mungkin penting untuk menentukan risiko asma dan alergi pada masa kanak-kanak, dan uji coba baru-baru ini telah mengkonfirmasi bahwa diet ibu hamil adalah sesuatu yang penting," kata penulis utama penelitian, Annabelle Bedard yang juga seorang rekan postdoctoral di Center for Primary Care dan Kesehatan Masyarakat di Queen Mary University of London, seperti yang dikutip dari TIME, Jumat (7/7/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini