Share

Atasi Kecanduan Kopi dengan Minum Teh agar Lebih Sehat

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 11 Juli 2017 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 11 481 1733375 atasi-kecanduan-kopi-dengan-minum-teh-agar-lebih-sehat-LpTdXXsiHH.jpg Ilustrasi (Foto: Foodndtv)

KOPI adalah minuman yang banyak disukai oleh banyak orang. Ada yang menyukai menghirup aromanya dan ada yang menyukai rasanya. Tak jarang, kopi dipilih untuk menemani menyelesaikan pekerjaan jika sedang dikejar deadline. Hal itu dikarenakan kopi mengandung kafein yang bisa menjadi stimulan untuk tubuh.

Ada orang yang tidak bisa lepas dari minum kopi. Setiap harinya harus meminum kopi minimal satu cangkir atau bahkan lebih. Jika sudah begini, maka orang itu sudah kecanduan kopi. Sedangkan, mengonsumsi secara berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan gangguan masalah pencernaan, kolesterol tinggi, dan sulit tidur atau insomnia.

Kopi juga bisa menyebabkan sakit kepala atau migrain. Dilansir dari Popular Science, Selasa (11/7/2017), mengurangi jumlah asupan kafein bisa mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi sakit kepala. Dampak lain yang bisa didapatkan dari mengurangi asupan kafein adalah tidur yang lebih nyenyak dan tingkat kecemasan menurun.

Bagi Anda yang sudah kecanduan kopi, Anda disarankan untuk mengurangi jumlah kopi atau bahkan berhenti meminumnya. Namun, yang namanya menghilangkan kebiasaan tentu adalah hal yang sulit. Menurut Leslie Bonci, seorang ahli gizi dan olahraga, untuk menghilangkan kecanduan terhadap kopi hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengetahui jumlah asupan kopi yang Anda konsumsi dalam sehari.

Setelah mengetahui jumlah asupan kopi yang Anda terima, cobalah turunkan frekuensi minum kopi secara bertahap. Sebagai contoh, apabila dalam satu hari Anda biasa mengonsumsi 3 cangkir kopi, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi dua cangkir kopi. Atau apabila Anda biasanya mengonsumsi secangkir kopi setiap hari, Anda bisa mengonsumsinya menjadi tiga kali seminggu.

Lalu di minggu kemudian, Anda bisa meningkatkan frekuensi berkurangnya jumlah kopi. Hal itu tentunya tidak akan mudah untuk dijalani. Sebab, di dalam kopi ada kafein yang bisa menyebabkan kecanduan. Apabila Anda mengurangi asupannya, tubuh akan mendorong agar Anda selalu mengonsumsi lebih.

“Orang sering lupa bahwa kafein adalah obat yang bisa menyebabkan kecanduan. Ketika mereka memulai untuk mengurangi asupannya, selalu ada gejala yang menginginkan Anda untuk mengonsumsi lebih. Gejalanya antara lain sakit kepala, mual, gugup, konstipasi, kelelahan dan perasaan lesu,” ujar Bonsci.

Untuk mengatasi hal itu, Bonci memberikan trik yang bisa mengurangi gejalanya yaitu dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan lain yang rendah kafein. “Latihan fisik adalah stimulan agar bisa memberikan energi pada tubuh untuk bersikap aktif. Selain itu, endorfin yang dikeluarkan saat berolahraga bisa memberi sedikit perasaan euforia sehingga membuat aliran darah lebih lancar. Dengan begitu, Anda bisa tetap fokus untuk tetap tidak minum kopi lagi,” jelas Bonci.

Alternatif lain yang bisa Anda lakukan adalah memilih teh sebagai ganti kopi. Sama seperti kopi, teh juga mengandung kafein tapi kadarnya lebih sedikit. Dengan mengonsumsi teh, tubuh mendapatkan tambahan kafein sehingga rasa kecanduan bisa lebih diatasi. Cara lain adalah membiarkan rasa keinginan untuk mengonsumsi lebih itu hilang. Sebab biasanya, rasa itu tidak akan berlangsung lama.

Melepaskan diri dari kecanduan kopi memang tidak bisa instan. Diperlukan waktu 3-4 minggu, baru setelah itu tubuh sudah terbiasa dengan asupan yang lebih sedikit atau tidak ada kafein. Anda hanya perlu rutin dan bertahan dalam proses menghilangkan kecanduan terhadap kopi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini