Share

Menderita Lipoedema, Tubuh Wanita Ini Terus Membengkak hingga Harus Sedot Lemak

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 11 Juli 2017 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 11 481 1733517 menderita-lipoedema-tubuh-wanita-ini-terus-membengkak-hingga-harus-sedot-lemak-OlyjbDSjoX.jpg Danielle Brown (Foto: Dailymail)

PENUMPUKAN lemak pada tubuh bukan hanya disebabkan oleh asupan kalori yang berlebih. Hal inilah yang dialami oleh seorang perempuan dari Nuneaton, Danielle Brown. Walaupun sudah melakukan diet dan berolahraga rutin di gym, badannya terus mengalami pembengkakan.

Semula Brown hanya mengira bobot tubuhnya naik karena dia makan berlebih. Untuk mengembalikan bobot tubuhnya ke proporsional, dia mulai membatasi asupan makannya. Namun hal itu tidak berhasil, malahan bobotnya semakin bertambah.

“Hanya dalam 2 minggu, kenaikan bobot tubuh saya berlangsung cepat. Tidak ada cara untuk memperlambatnya. Meski saya sudah melakukan diet dan pergi ke gym, berat badan saya terus meningkat. Lama kelamaan, saya berpikir kalau memang saya ditakdirkan untuk menjadi gemuk,” ujar Brown seperti yang dikutip dari Dailymail, Selasa (12/7/2017).

Setelah setahun berjuang untuk menurunkan berat badan, akhirnya dokter mendiagnosis bahwa dirinya menderita lipoedema, sebuah kondisi langka yang menyebabkan penumpukan lemak tidak normal di kaki, paha, dan bokong. Lipoedema bisa terjadi pada perempuan saat masa pubertas atau kehamilan. Belum ada penjelasan pasti mengenai hal ini. Namun diketahui, ada riwayat pada keluarga yang menyebabkan seseorang menderita lipoedema.

Brown hanya bisa duduk melihat badannya yang terus membesar. “Saya sering membutuhkan bantuan kekuatan untuk membangunkan tubuh dari tempat tidur. Lengan dan kaki saya akan membengkak di siang hari. Dan saya paling benci ketika orang lain hanya menganggap saya kelebihan berat badan,” tutur Brown.

Akibat kondisinya, Brown menghindari makanan berlemak. Walaupun berusaha semaksimal mungkin, badannya terus membengkak. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan bobot tubuhnya seperti semula adalah dengan operasi sedot lemak. Cara ini pun risiko kematiannya lebih tinggi karena jumlah lemak Brown terbilang banyak.

Namun, apabila operasi tidak dilakukan, Brown kemungkinan tidak bisa berjalan karena tungkainya terlalu berat untuk diangkat. Operasi sedot lemak bisa menghancurkan semua jaringan lemak yang dimilikinya.

“Saya selalu merasa sangat tidak nyaman dengan lemak yang tertimbun di tubuh. Ini menyakitkan dan memalukan sebab telah menurunkan kepercayaan diri saya. Saya tidak sabar menunggu operasi berlangsung,” ungkap Brown.

Ada 3 operasi yang harus dilakukan oleh Brown untuk menghilangkan lemak di tubuhnya. Dia merencanakan untuk melakukan operasi di akhir Agustus, namun ia masih berusaha untuk mengumpulkan uang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini