Aktor "True Blood" Tewas karena Menarik Diri dari Alkohol secara Tiba-Tiba

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 12 Juli 2017 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 12 481 1734902 aktor-true-blood-tewas-karena-menarik-diri-dari-alkohol-secara-tiba-tiba-5JgQMnIE99.jpg Nelsan Ellis (Foto: Health)

SALAH seorang aktor yang bermain dalam serial drama True Blood, Nelsan Ellis meninggal di usia 39 tahun beberapa hari lalu karena gagal ginjal. Sebelum meninggal, Ellis tengah berjuang melawan penyalahgunaan narkoba dan alkohol selama bertahun-tahun. Dia berusaha menarik diri dari konsumsi alkohol.

Akibat usahanya itu, Ellis mengalami infeksi darah, ginjal tidak berfungsi, hati membengkak, tekanan darah menurun, dan jantungnya lepas dari kontrol. Hingga saat ini, belum ada laporan toksilogi yang mengatakan bahwa ada keterkaitan antara penyalahgunaan obat dan alkohol dengan gagal jantung. Menurut Linda Richter, PhD, penarikan diri dari alkohol dan obat-obatan secara tiba-tiba bisa menimbulkan malapetaka pada organ tubuh terutama hati dan jantung.

“Penggunaan alkohol jangka panjang memang melemahkan otot jantung sehingga jantung kurang mampu memompa darah secara efisien. Kurangnya aliran darah yang memadai bisa mengganggu fungsi semua organ tubuh dan dapat menyebabkan gagal jantung serta kondisi kesehatan fatal lainnya,” ungkap Richter seperti yang dikutip dari Health, Rabu (12/7/2017).

Gagal jantung adalah kondisi kronis di mana jantung membesar dan berjuang dengan keras untuk memompa darah agar mencukupi kebutuhan tubuh. Sebuah penelitian di tahun 2014 menunjukkan bahwa minuman moderat seperti alkohol bisa meningkatkan risiko terkena masalah jantung. Para peneliti meneliti 79.000 orang berusia 12 tahun hingga dewasa.

Peneliti menemukan bahwa mereja yang minum satu hingga tiga gelas alkohol per hari mungkinb mengalami atrial fibrillation, penggumpalan darah, stroke, dan komplikasi jantung lainnya. Jika seseorang telah ketergantungan alkohol dan tiba-tiba menghapusnya, hal itu bisa mengakibatkan perubahan drastis pada otak uuntuk mengontrol sirkulasi darah dan pernapasan.

Penarikan alkohol secara tiba-tiba bisa mengakibatkan kejang, serangan disorientasi, kecemasan parah, hingga memiliki tingkat kematian lima sampai sepuluh persen.Maka dari itu, para ahli menyarankan agar mereka yang ingin berhenti mengonsumsi alkohol untuk berkonsultasi dengan dokter dan menjalani program perawatan agar melakukannya di bawah pengawasan medis.

Tapi rehabilitasi tidak selamanya berhasil. Rasa bangga atau malu bisa membuat orang berhenti dari usahanya menarik diri dari alkohol. Namun menurut Edwin Salsitz, MD, kasus Ellis ini berbeda karena usianya masih muda. “Bagi seseorang seusia Ellis, alkohol biasanya tidak menyebabkan gagal jantung,” kata Salsitz.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini