Waduh! Kaki Kesemutan dan Banyak Bergerak saat Tidur Bisa Jadi Indikasi Gagal Ginjal

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 14 481 1736657 waduh-kaki-kesemutan-dan-banyak-bergerak-saat-tidur-bisa-jadi-indikasi-gagal-ginjal-NaPOGIGhOC.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

POSISI duduk dengan kaki tertekuk bisa membuat Anda kesemutan karena aliran darah tertahan. Tapi bagaimana dengan kaki yang kesemutan saat sedang tidur? Apakah Anda pernah mengalaminya? Jika iya, Anda harus berhati-hati.

Kaki kesemutan saat sedang tidur banyak terjadi pada usia paruh baya dan perempuan. Kondisi ini dikenal dengan nama sindrom Willis-Ekbom di mana sistem saraf memicu dorongan luar biasa untuk menggerakkan kaki sehingga posisinya tertekuk dan menyebabkan kesemutan di telapak kaki, betis, serta paha. Selain membuat kaki tertekuk, kondisi ini juga bisa membuat Anda menyentakkan kaki dan lengan secara spontan saat tidur.

Dilansir dari Express, Jumat (14/7/2017), kondisi ini bisa lebih buruk terjadi saat malam hari dan bisa menyerang siapa saja. Belum ada penyebab yang jelas dari sindrom ini. Tetapi, sindrom idiopatik atau sindrom gelisah utama bisa menjadi penyebabnya. Beberapa ahli saraf mengatakan, hal ini ada kaitannya dengan cara tubuh menangani zat kimia yang terlibat dalam pengendalian otot atau yang biasa disebut dopamin.

Dalam kasus lain, sindrom Willis-Ekbom berkaitan dengan kondisi kesehatan yang bermasalah seperti anemia defisiensi besi atau gagal ginjal. Apabila berkaitan, maka disebut dengan nama sindrom kaki gelisah sekunder. Sindrom kaki gelisah juga biasanya dikaitkan dengan kehamilan. Satu dari lima perempuan hamil di trimester akhir kehamilannya akan mengalam kondisi ini.

Untuk menghentikan kaki kesemutan atau spontan bergerak di malam hari, NHS menyarankan agar melakukan perubahan gaya hidup. Penderita diminta untuk berhenti merokok, berolahraga secara teratur di siang hari, tidur teratur, serta menghindari konsumsi alkohol dan kafein larut malam.

Namun, apabila gejalanya sangat parah, biasanya diatasi dengan pemberian obat untuk mengatur kadar dopamin dan zat besi. Walaupun kondisi ini tidak mengancam jiwa, tapi gangguan saat tidur bisa memicu kegelisahan dan depresi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini