Kebiasaan Mengendurkan Ikat Pinggang & Dasi Sama Saja Bunuh Diri secara Halus!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 14 481 1736701 kebiasaan-mengendurkan-ikat-pinggang-dasi-sama-saja-bunuh-diri-secara-halus-hT7nk0nJ2N.jpg Regangkan dasi dan ikat pinggang (Foto: Ist)

MEREKA yang berusia pertengahan sampai senja, cukup rentan pada peningkatan tekanan darah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah obesitas. Kondisi gemuk berarti lemak banyak yang menempel pada tubuh Anda.

Bila lemak sudah banyak menempel di tubuh, risiko penekanan aorta bagian perut pun akan meningkat. Efeknya adalah penyempitan aliran darah dan memancing tekanan darah. Dengan kata lain, sebisa mungkin jangan sampai aorta tertekan.

Dikutip dari buku berjudul 49 Kiat Santai Menstabilkan Tekanan Darah karya Dokter Spesialis Hipertensi Dr Yoshihiko Watanabe, selain karena lemak, ada hal yang bisa membuat aorta tertekan. Salah satunya mungkin yang Anda tidak begitu perhatikan. Adalah ikat pinggang!

Kebiasaan mengikat pinggang lebih kencang daripada seharusnya ternyata bisa dibilang "bunuh diri secara halus". Kenapa begitu? Sebab, Anda menekan aorta sampai batas maksimalnya. Lalu, sebaiknya bagaimana?

Dalam buku tersebut, Dr Watanabe menyarankan untuk mengganti ikat pinggang dengan suspender. Bila itu dirasa tidak mungkin, Anda sebaiknya jangan ikat pinggang terlalu kencang. Sewajarnya saja. Kemudian, sebisa mungkin setelah bekerja tidak mengikat pinggang lagi. Lepaskan!

Begitu juga dengan dasi. Jangan ikat terlalu kuat di leher. Setelah bekerja pun sebisa mungkin untuk segera dilepaskan, agar tidak ada tekanan di titik-titik badan. Sebab, bisa saja tekanan itu meningkatkan tekanan darah tinggi Anda.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini