Image

Memperpanjang Telomere, Alasan Hubungan Seks Memperlambat Penuaan pada Perempuan

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 15 Juli 2017, 00:30 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 07 14 481 1736757 memperpanjang telomere alasan hubungan seks memperlambat penuaan pada perempuan bclheX4dBt.jpg Ilustrasi (Foto: Hindustantimes)

TANDA-tanda penuaan mulai muncul seiring bertambahnya usia. Pada perempuan, banyak yang memilih menggunakan produk perawatan agar tanda-tanda penuaan seperti keriput tersamarkan. Kini, sebuah penelitian baru mengungkapkan berhubungan seks setidaknya satu kali seminggu bisa memperlambat penuaan pada perempuan.

Hubungan seks memang terbukti memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Kepuasan saat berhubungan seks dapat meringankan beban pikiran. Tapi, walaupun perempuan tidak menikmati hubungan seks yang dilakukannya, mereka tetap bisa merasakan manfaat memperlambat penuaan. Hal itu dikarenakan setelah berhubungan seks telomere bertambah panjang.

Telomere adalah penutup ujung untaian DNA. Telomere yang lebih panjang dikaitkan dengan penuaan yang lebih lambat, memperpanjang umur, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Hasil penelitian mengatakan, dengan atau tanpa kepuasan seksual, telomere perempuan tetap bertambah panjang setiap melakukan hubungan seks.

Peneliti percaya bahwa kepuasan hubungan, stres, dukungan pasangan, atau konflik tidak memengaruhi panjang telomere. Hubungan seks bisa membantu memperlambat penuaan pada perempuan dikarenakan mengurangi stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan, telomere bisa memperpendek usia dan memicu kebiasaan gaya hidup tidak sehat seperti penyalahgunaan alkohol bila ukurannya pendek. Tapi dengan bertambah panjangnya ukuran, telomere bisa membawa manfaat bagi kesehatan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychoneuroendocrinology itu dilakukan lebih dari seminggu oleh peneliti dari University of California, San Francisco. Peneliti mengambil sampel darah dari 129 ribu ibu dalam hubungan jangka panjang untuk menentukan panjang telomere. Kemudian mereka menganalisis keintiman fisik, serta dukungan pasangan atau konflik, kepuasan dan tekanan hubungan.

"Seiring berjalannya waktu, telomere yang pendek dapat menyebabkan penyakit degeneratif kronis dan kematian dini. Keintiman seksual dapat meredam efek stres karena sistem mengatur penurunan respon stres. Selain itu, sistem juga mengatur respon imun yang up-regulating," ungkap penulis utama penelitian, Tomás Cabeza de Baca seperti yang dikutip dari Daily Mail, Sabtu (15/7/2017).

Pola fungsi stres yang menurun itulah yang membuat telomere lebih panjang. Namun, belum diketahui apakah efek hubungan seks dengan panjang telomere ini juga terjadi pada pria.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini