Cegah Silent Killer, Periksa Tekanan Darah Secara Berkala & Terapkan Gaya Hidup Sehat

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 15 Juli 2017 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 14 481 1736805 cegah-silent-killer-periksa-tekanan-darah-secara-berkala-terapkan-gaya-hidup-sehat-AFTRw9ojx0.jpg Ilustrasi (Foto: Themakehealth)

POLA hidup sehat adalah cara untuk menjaga kebugaran tubuh. Rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi membantu tubuh terhindar dari penyakit. Namun ternyata, tidak selamanya pola hidup sehat membuat Anda terlindung dari penyakit.

Dilansir dari Health, Sabtu (15/7/2017), seorang perempuan bernama Dina Piersawl didiagnosis mengalami stroke karena stres liburan. Padahal, Dina selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan berolahraga dan makan sehat. Bayangkan, mereka yang terbiasa hidup sehat saja bisa terkena penyakit serius seperti stroke, apalagi mereka yang masih suka makan seenaknya dan malas berolahraga.

Beberapa hari sebelum didiagnosis, Dina merasakan sakit kepala dan ibunya merasa ada yang tidak beres dengan mata anaknya. Dina sempat menghabiskan waktu untuk liburan, tetapi ternyata sakit kepala yang dimilikinya semakin parah dan dadanya terasa berat. Menyadari kondisinya, Dina memutuskan untuk periksa ke dokter.

Dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa dia mengalami stres liburan. Seharusnya liburan adalah sarana untuk menghilangkan stres, namun yang terjadi pada Dina adalah sebaliknya. Setelah melakukan serangkaian tes, perempuan berusia 41 tahun itu didiagnosis menderita stroke karena tekanan darah tinggi yang tidak terdiagnosis. Dokter menyebut hipertensi sebagai silent killer.

Hal itu sempat membuat Dina syok, sebab dirinya adalah seorang personal trainer dan tidak pernah menderita sakit parah selama hidupnya. Setelah ditelusur, ternyata kedua orangtua Dina memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan meninggal karena penyakit gagal jantung. Saat itulah, dia mulai mengerti mengapa dia bisa terkena stroke.

Silent killer seperti penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung bisa datang kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan usia dan jenis kelamin, bahkan pada mereka yang menerapkan gaya hidup sehat. Walaupun pria lebih berisiko didiagnosis menderita penyakit ini, tetapi perempuan masih merupakan korban utama dari silent killer. Bagi perempuan yang menderita hipertensi, serangan jantung atau stroke biasanya adalah gejala utama.

Untuk terhindar dari penyakit ini, Anda harus tetap menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga dan menjaga pola makan. Dina juga menyarankan Anda untuk rajin memeriksa tekanan darah secara berkala. Sebab, hipertensi biasanya datang tanpa gejala dan tiba-tiba tekanan darah sudah sangat tinggi. Terlebih pada Anda yang memiliki riwayat keluarga hipertensi.

Terakhir, Anda harus secara aktif melakukan perawatan terhadap diri Anda  apabila mengalami gejala hipertensi atau serangan jantung, terlebih pada perempuan. Hal itu dikarenakan beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan gejala kardiak cenderung salah didiagnosis dan dokter menyuruhnya pulang. Sehingga perempuan mendapatkan perawatan tertunda dibanding pria apabila mengalami penyakit hipertensi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini