Image

Uji Nyali di Jalur Terseram Gunung Raung, Serasa Berjalan di Jembatan Shiratal Mustaqim

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 06:06 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 07 15 406 1736984 uji nyali di jalur terseram gunung raung serasa berjalan di jembatan shiratal mustaqim xd6sZAaXlU.JPG Jembatan Shiratal Mustaqim di Gunung Raung (foto: Instagram/@jamie_jamaludin)

GUNUNG di Indonesia terkenal dengan keindahan panorama alam yang tiada duanya hingga jalur pendakian yang menantang nyali. Salah satu gunung yang memiliki kedua hal tersebut ialah Gunung Raung, Banyuwangi.

Di Gunung Raung ada satu jalur dengan jalur pendakian yang mampu membuat pendakinya tidak akan melihat sisi kanan atau kiri, namun hanya memfokuskan pandangan ke depan. Dada berdertum keras, sementara hati perlahan terus berdoa pada Tuhan memohon keselamatan, itulah serentetan kegiatan yang hanya bisa dilakukan ketika melewati jalur ekstrem tersebut.

(foto: Instagram/@peenyu_)

Jalur mendebarkan itu harus dilalui oleh para pendaki yang memilih jalur pendakian Gunung Raung via Kalibiru. Pendaki sejati pasti akan langsung tertantang bila mengetahui jalur ini, namun bagi yang memiliki nyali kecil, pasti mentalnya langsung ciut, bahkan sesaat setelah mendengarnya.

(foto: Instagram/@jamie_jamaludin)

Shiratal Mustaqim, begitu nama jalur maut yang ada di Gunung Raung. Perjalanan menuju puncak sama sekali tidak terlihat semenyenangkan yang ada pada film-film layar lebar. Nyawa akan jadi taruhannya jika nekat mendaki dan melewati jalur ini.

(foto: Instagram/@prasetyo_1953)

Jalur yang berada di punggung Gunung Raung tersebut, tidak memiliki pengaman sama sekali, hanya ada jalan setapak yang penuh dengan kerikil-kerikil ataupun bebatuan yang curam, sewaktu-waktu bisa membuat pendaki tergelincir jika tidak berhati-hati.

Tidak ada hijau pepohonan yang menemani perjalanan sampai kepuncak. Hanya ada jurang dengan tebing-tebing gunung yang tidak pernah berjanji untuk menangkap Anda jika tidak berhasil melewati jalur maut Shiratal Mustaqim. Kewaspadaan dan kehati-hatian harus terus dijaga bila ingin selamat sampai di puncak.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini