nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya! Keju Bubuk Bisa Pengaruhi Perkembangan Janin & Kurangi Jumlah Sperma

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 17 481 1737753 bahaya-keju-bubuk-bisa-pengaruhi-perkembangan-janin-kurangi-jumlah-sperma-2062lqXwkt.jpg Makaroni Panggang (Foto: Dailymail)

TUBUH manusia cukup resisten terhadap beberapa bahan kimia. Pada kadar tertentu, penggunaan bahan kimia pada makanan masih dianggap aman. Tapi, tidak untuk semua bahan kimia juga.

Baru-baru ini peneliti menemukan adanya bahan kimia berbahaya yang terkandung pada bahan pembuat makaroni keju. Bukan hanya itu, kadar zat berbahayanya pun terbilang tinggi. Sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Zat tersebut adalah phthalate.

Diketahui, phthalate mampu memengaruhi hormon dan metabolisme tubuh. Dikutip dari laman Dailymail, Senin (17/7/2017) penggunaan phthalate sendiri sudah dilarang karena mampu merusak pertumbuhan gigi pada anak-anak. Bahkan, zat kimia tersebut tidak diizinkan juga ada di dalam pembuatan mainan bebek plastik.

Temuan zat phthalate dalam bubuk keju ini ternyata empat kali lebih tinggi dibandingkan keju batangan dan keju alami lainnya. Hal tersebut cukup berisiko untuk meningkatkan masalah jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi pada pria. Pada penelitian sebelumnya juga menunjukan adanya kaitan antara kandungan phthalate dengan obesitas.

Tak hanya itu, zat berbahaya itu juga mengancam timbulnya penyakit kelainan tiroid, mengurangi kualitas dan jumlah sperma, serta memengaruhi perkembangan pada ibu hamil. "Konsentrasi phthalate dalam bubuk dari campuran makaroni dan keju lebih tinggi empat kali lipat dari keju parut, keju string, dan keju cottage," kata Mike Beliveau, direktur eksekutif Pusat Strategi Kesehatan Lingkungan, saat diwawancarai New York Times.

Data lainnya menjelaskan bahwa kandungan phthalate dalam makanan menghalangi produksi hormon testosteron. Hal tersebut berkaitan langsung dengan cacat lahir pada anak laki-laki dan dapat memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini