Rentan Patah Tulang, Terapi Glukokortikoid Solusi untuk Pasien Osteoporosis?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 17 481 1737868 rentan-patah-tulang-terapi-glukokortikoid-solusi-untuk-pasien-osteoporosis-8H6nYIjB3h.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

KEPADATAN tulang bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Kondisi saat kepadatan tulang menurun biasa disebut dengan osteoporosis. Osteoporosis membuat tulang menjadi rapuh sehingga penderitanya mudah mengalami patah tulang.

National Osteoporosis Society mengatakan, 1 dari 2 perempuan dan 1 dari 5 pria berusia di atas 50 tahun berisiko mematahkan tulangnya akibat osteoporosis. Kondisi ini terus berkembang secara perlahan dalam beberapa tahun terakhir. Hanya karena jatuh ringan atau mendadak, tulang bisa menjadi patah. Untuk mencegahnya, mereka yang terkena osteoporosis disarankan untuk mengonsumsi obat.

Salah satu obat yang bisa dikonsumsi adalah prednisolon. Prednisolon adalah obat anti-inflamasi yang biasa digunakan untuk mengobati berbagai macam masalah kesehatan seperti alergi, gangguan darah, penyakit kulit, infeksi, kanker tertentu, dan pencegahan penolakan organ tubuh. Cara kerja obat ini adalah mengurangi peradangan dan sistem kekebalan tubuh.

Obat yang sering dianjurkan dokter pada pasien osteoporosis adalah alendronate. Obat ini bisa memperlambat pemecahan tulang. Tapi masih banyak yang memilih mengobati osteoporosis dengan menjalani terapi glukokortikoid .

“Terapi glukokortikoid banyak digunakan untuk mengobati inflamasi dan bisa menyebabkan osteoporosis sekunder. Pengobatan glukokortikoid menyebabkan keropos tulang terjadi sangat cepat karena mengurangi kepadatan mineral pada tulang,” ujar Profesor Mattias Lorenzon dari Gothenburg University seperti yang dikutip dari Express, Senin (17/7/2017).

Glukokortikoid bisa meningkatkan fraktur dan risiko patah tulang yang lebih tinggi apabila digunakan dengan dosis yang lebih tinggi dalam waktu lama. Para pasien yang memilih menjalani terapi ini mengalami peningkatan masing-masing 60% dan 160% untuk risiko patah tulang pinggul dan vertebrata.

Para ahli mengungkapkan, penggunaan alendronate bisa mengurangi risiko patah tulang pinggul hingga 40% pada perempuan. Lalu, para ahli meneliti penggunaan alendronate pada 3.000 pasien osteoporosis yang mengonsumsi prednisolon. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan obat alendronate dan prednisolon dengan dosis sedang hingga tinggi bisa menurunkan risiko patah tulang pinggul jauh lebih rendah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini