Share

Bukan Vaksin! Faktor Genetik & Bayi Lahir Prematur Tingkatkan Risiko Autis

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 17 481 1737988 bukan-vaksin-faktor-genetik-bayi-lahir-prematur-tingkatkan-risiko-autis-dhPmthq6h9.jpg Ilustrasi (Foto: Miamiherald)

JUMLAH anak yang mengalami gangguan autisme terus mengalami peningkatan. Autisme biasanya disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Anak-anak yang mengalami autisme biasanya mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial, komunikasi, dan berperilaku.

Dalam beberapa kasus, autisme bisa disadari pada anak sejak awal masa kelahiran. Tapi, banyak juga yang baru memunculkan gejala saat berusia 2 tahun. Tingkat keparahan autisme pada anak sulit ditentukan karena adanya campuran gejala yang unik.

Selain faktor genetik dan lingkungan, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko autisme. Banyak orang menganggap bahwa vaksinasi bisa meningkatkan risiko autisme padahal tidak sama sekali. Dilansir dari Mayo Clinic, Senin (17/72017), inilah beberapa faktor yang meningkatkan risiko autisme:

Jenis kelamin

Anak laki-laki berisiko 4 kali lebih besar untuk mengembangkan spektrum autisme.

Riwayat keluarga

Apabila ada satu anggota keluarga memiliki anak yang mengalami austisme, anak Anda memiliki peningkatan risiko untuk mengalami hal yang sama.

Kelainan lainnya

Anak-anak dengan kondisi tertentu memiliki risiko kelainan autisme yang lebih tinggi. Sebagai contoh, anak yang terlahir dengan sindrom X rapuh dan anak perempuan memiliki sindrom Rett.

Lahir prematur

Bayi yang lahir pada usia kehamilan belum genap 26 minggu berisiko lebih besar mengalami gangguan autisme.

Usia orangtua

Anak-anak yang lahir dari orangtua yang berusia lebih tua kemungkinan berisiko terkena gangguan autisme. Walaupun diperlukan penelitian lebih lanjut, sejumlah ahli memercayai adanya hubungan antara usia orangtua dengan autisme.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini