Image

Waduh, Barcelona Jadi Kota Terburuk di Dunia karena Banyak Pencopetan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 11:49 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 07 18 406 1738776 waduh barcelona jadi kota terburuk di dunia karena banyak pencopetan FjCFZbRVrN.jpg Barcelona (Foto: The Culturetrip)

TRAVELLER mana yang tidak tahu keindahan Barcelona? Arsitektur gothik kuno karya Antoni Gaudi, Picasso, Dali dan Miro hanyalah sekelumit alasan Barcelona menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Eropa. Namun, sayangnya wisatawan harus lebih berhati-hati lagi ketika berliburan di Barcelona.

Beberapa tahun terakhir Barcelona menyita perhatian wisatawan karena ada salah satu faktor utama yang sangat mengganggu dan meresahkan para wisatawan. Tingkat pencopetan sangat tinggi terjadi di kota ini, walaupun angka kejadian pencopetan sulit dihitung, tapi dunia menyakini Barcelona sebagai kota terburuk di Eropa karena kejahatan kecil tersebut.

Titik yang paling krusial kasus pencopetan ini terjadi pada 2009, ketika Kota Barcelona menerima banyak perhatian media. Para wisatawan mengulas pengalaman buruk mereka selama berlibur di Barcelona disalah satu situs wisata dan menjadikan Barcelona sebagai salah satu kota terburuk di dunia, dikutip dari The Culture Trip, Selasa (18/7/2017).

Kasus pencopetan di kota terbesar kedua di Spanyol tersebut bahkan telah mencapai 115.055 pencopetan dengan memotong tas dalam 12 bulan menjelang Agustus 2009, yang rata-rata terjadi selama 325 hari. Angka-angka ini hanyalah data pencurian yang tercatat di kantor polisi, pastinya lebih banyak lagi kasus-kasus yang tidak dilaporkan.

Taktik yang dilakukan oleh pencopet di Barcelona banyak dan beragam. Mereka biasanya mengalihkan perhatian korban. Salah satu yang paling umum dikenal dengan sebutan 'La Mancha' atau 'Noda'. Cara kerja taktik La Mancha ini, awalnya korban didekati oleh orang yang lewat dengan baik sambil berpura-pura menaruhkan noda tidak sengaja pada salah satu bagian tubuh atau pakaian wisatawan dan menawarkan diri untuk membantu membersihkan noda tersebut, setelah perhatian korban teralihkan, si pencopet pun beraksi.

Sementara itu, di metro, pencopet menggunakan taktik yang berbeda. Mereka menciptakan sebuah insiden dengan menumpukkan individu di ambang pintu, kemudian membuat penumpang-penumpang saling menabrak satu sama lain, dalam kesempatan yang sempit inilah pencopet memanfaatkan waktu yang sempurna bagi mereka beraksi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini