Image

Tubuh Sempat Membeku & Bilang Ingin Tidur! Pendaki Cilik Khansa Taklukkan Carstensz dan Berteriak ''Allah Akbar''

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 18:11 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 07 18 406 1739255 tubuh sempat membeku bilang ingin tidur pendaki cilik khansa taklukkan carstensz dan berteriak allah akbar yml26LcxJi.jpg Puncak Cartensz (Foto: Trekandmountain)

PENDAKI cilik Khansa Syahlaa yang telah menuntaskan pendakian 7 puncak tertinggi di Indonesia. Ia pun berbagi cerita tentang pengalaman pencapaian puncak terakhir, Carstensz Pyramid.

Khansa melakukan pendakian ke Puncak Carstensz pada Juli dan mencapai puncaknya pada 15 Juli 2017 pada pukul 16.00 WIT. Puncak dengan tinggi 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di Puncak Jaya dan merupakan bagian dari Pegunungan Maoke (Barisan Sudirman) yang ada di Provinsi Papua.

Khansa yang melakukan pendakian bersama ayah, Aulia Ibnu dan juga seorang guide profesional, melewati serangkaian medan yang cukup ekstrem. Tak hanya medan yang ekstrem, Khansa juga harus berhadapan dengan cuaca yang begitu ekstrem.

"Cuacanya dingin dan hujan salju juga. Tapi Alhamdulillah bisa," ujar gadis yang masih duduk di kelas 5 SD ini saat dijumpai di Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).

Khansa mengakui, dari 7 puncak yang ia daki, Puncak Carstensz yang memiliki medan paling berat. Namun begitu sampai di puncak, ia menangis karena rasa haru.

"Teriak 'Allahu Akbar'. Senang. Sempat nangis juga, karena terharu," ucapnya.

Pencapaian Khansa ini dapat dibilang sebagai pencapaian luar biasa. Sebab tidak banyak anak-anak yang memiliki pencapaian seperti orang dewasa ini. Sang ayah pun turut menceritakan bagaimana Khansa dapat melewati medan berat dan cuaca ekstrem.

"14 Juli summit jam 4 dengan perjuangan sangat berat. Khansa tertatih-tatih. Jangankan Khansa, saya sendiri juga tertatih-tatih. Harus lewati empat celah, harus loncat ada dua celah. Awalnya Khansa ketakutan. Itu wajar, tapi ketika dijalani dia sanggup lakukan itu," tutur Aulia Ibnu.

Sesampainya di Puncak Carstensz, mereka harus menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem. Hujan es datang ketika Khansa dan rombongan berada di puncak. Sehingga mereka tidak bisa berlama-lama di puncak.

"Sampai puncak terkena hujan es, memang tidak bisa bergaya berlebihan. Jadi sangat cepat. Hanya buka bendera, yang penting ambil momen, foto, langsung turun. Kita tidak mau turunnya kemalaman," jelas sang ayah.

Saat turun, faktor membahayakan lebih banyak karena diiringi dengan cuaca buruk. Hembusan angin kencang dan hujan es membuat tubuh Khansa membeku. Namun sang ayah terus memintanya untuk tetap bergerak.

"Khansa sudah membeku. Saya bilang 'Khansa gerakkan tangannya'. Karena dia sempat bilang ingin tidur, saya bilang dia harus tetap bergerak. Lalu saya kasih dia permen dan cokelat bar," tutupnya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini