nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Tanggapi Kasus Bunuh Diri yang Terjadi di Kalangan Anak Muda

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 19:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 19 481 1740121 menkes-tanggapi-kasus-bunuh-diri-yang-terjadi-di-kalangan-anak-muda-mHNTEaGDi7.jpg Ilustrasi Bunuh Diri (Foto: Okezone)

MENJADI persoalan yang krusial ketika masalah bunuh diri marak di kota metropolitan. Semakin mobilitasnya tinggi, maka tingkat stres manusia pun bertambah tinggi. Risiko dari masalah itu pun semakin mudah terjadi.

Kasus bunuh diri yang terjadi pada mantan kekasih selebgram Awkarin menjadi contoh kelam masalah pada generasi milenial. Mudahnya keputusan mengakhiri dengan cara tidak normal sepatutnya menjadi tanda tanya besar. Seberat apa sih masalahnya sampai akhirnya bunuh diri?

Menteri Kesehatan Nila Moeloek coba menyikapi kasus tersebut. Menurutnya, depresi yang banyak dialami anak muda sekarang tidak terlepas dari bagaimana lingkungan di rumahnya. Maka dari itu, sangat penting bagi setiap keluarga untuk mengetahui betul bagaimana sikap dan kondisi anak di rumah.

"Keluarga khususnya orang tua harus paham betul bagaimana situasi dan kondisi diri anaknya. Dengan begitu, akan mudah juga bagaimana mencarikan solusi bagi masalahnya," kata Menteri Nila saat ditemui Okezone pada acara HUT RSJ Dr Soeharto Heerdjan, Rabu (19/7/2017). Dia melanjutkan, perlu adanya deteksi dini di lingkup keluarga agar proteksi diri semakin baik.

Menurut Menteri Nila, ketika keluarga secara penuh menyadari apa masalah yang sedang menimpa anaknya dan bersama-sama mencarikan solusi terbaik, maka orang yang sedang depresi kuat tidak akan merasa sendirian.

"Mereka tidak merasa jatuh terlalu dalam sehingga tidak ada juga pikiran akan bunuh diri," tambahnya.

Menteri Nila juga berharap pada masyarakat agar tidak takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit jiwa. Sebab, sekarang ini Rumah Sakit jiwa bukan hanya ditujukan pada mereka yang memiliki kelainan gangguan jiwa, tetapi juga bisa menangani masalah psikis agar lebih mudah diantisipasi, seperti stres, depresi atau konsultasi masalah mental yang berisiko menimbulkan depresi.

"Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut datang (berobat-Red) ke rumah sakit jiwa. Dengan pelayanan yang semakin lengkap, dipastikan penanganan masalah pun tepat sasaran. Masalah pun dapat teratasi," pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini