nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Sering Terabaikan, Berpotensi Besar jadi Tukang Bully Loh Moms!

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 15:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 20 196 1740704 anak-sering-terabaikan-berpotensi-besar-jadi-tukang-bully-loh-moms-c67pGT76ED.jpg Tukang Bully (Foto: Ist)

Betapa terkejutnya orangtua saat tengah hari bolong mendapat telefon dari sekolah. Suara dari sambungan telefon di ujung sana mengabarkan anak berada di ruang konselor karena terlibat dalam skenario perkelahian.

Lalu, terlintas dalam pikiran, “Apakah anak saya terluka?” Tidak. Sesampainya di sekolah, ternyata yang terjadi lebih mengejutkan lagi. Anak Anda ternyata pelaku yang mengintimidasi temannya.

Ya, pelaku bully kini tersebar di mana-mana. Mulai dari di lingkungan sekolah SD, SMP, SMA, kampus, hingga di dunia maya. Dua kasus bully yang terjadi belakangan ini di Thamrin City dan Universitas Gunadarma membuat resah para orangtua. Terutama orangtua dari anak-anak pelaku bully. Karena mereka turut menjadi sorotan dampak dari perangai anak yang membuat malu.

Lantas, apa sebab anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah melakukan perbuatan keji? Melansir dari Huffingtonpost, Kamis (20/7/2017) ada banyak faktor yang menyebabkan anak beringas. Mari simak ulasan dari Dr. Gail Gross, Ph.D., Ed.D., M.Ed seorang pakar perilaku manusia, parenting, sekaligus pendidik di Inggris.

Anak Terabaikan

“Saya melihat anak-anak yang merasa tak diperhatikan di rumah bertindak sebagai pengganggu di sekolah. Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian penuh dari orang dewasa yang merawat mereka, terutama dari ibu dan ayah. Tidak ada yang lebih penting daripada ibu dan ayah. Anak-anak akan mencoba untuk mendapatkan persetujuan dari ibu dan ayah untuk mengambil keputusan, sejak mereka lahir sampai meninggal. Jika mereka tidak mendapatkan cinta dan perhatian di rumah, anak mungkin merasa dirinya tidak penting. Perasaan itu tak mereka tunjukkan tetapi muncul melalui sikap marah, benci, dan menggangu orang lain di sekolah,” kata Gross.

Like Parent, Like Child

“Model pengasuhan seperti apa yang anak-anak Anda lihat di rumah? Jika anak diintimidasi oleh orang tuanya, disiksa atau diperlakukan dengan cara tidak sopan, anak tersebut cenderung meniru perilaku tersebut dan melakukannya di sekolah. Mereka belajar dari orangtua bahwa jenis perilaku ini dapat diterima.

Anak tak berdaya

Terkadang, anak yang menggertak adalah anak yang merasa sama sekali tidak berdaya di rumah. Mungkin anak tersebut diperlakukan semena-mena, atau melihat salah satu orangtuanya kasar kepada orangtua lain hingga menyebabkan anak takut dan tidak berdaya di rumah. Anak ini mungkin berusaha mengembalikan kekuatannya dengan menggertak orang lain di sekolah.

Melabeli anak

Ada anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang suka memberi label kepada anak-anaknya. Misalnya nakal, bodoh, atau payah, dan label-label negatif lainnya. Alhasil, di rumah anak-anak tak berdaya mematahkan itu semua. Mereka merasa dikucilkan dan tak punya kekuatan. Sehingga anak-anak menggertak orang lain di sekolah untuk mendapatkan kekuatan, lalu menunjukkan kepada orangtua bahwa mereka kuat.

Kurang empati

Di sisi lain ada anak-anak yang tumbuh dari keluarga indah, penuh kasih sayang dan kemuannya selalu dituruti. Akibatnya, di luar mereka tidak bisa berempati kepada orang lain. Di lingkungan pertemanan mereka suka mendominasi, posesif, dan ingin jadi penguasa. Maka di lingkungan pertemanan anak jadi suka menggangu temannya yang mereka rasa tidak mau patuh dengan aturan main yang mereka buat.

Moms, penting untuk diingat bahwa anak-anak yang mem-bully masih anak-anak. Mereka bertindak seperti itu karena suatu alasan, dan mereka juga memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang dewasa.

“Menurut pengalaman saya, pengganggu mungkin tidak memiliki perilaku sosial, empati, atau keterampilan mengatasi masalah yang baik. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah berhubungan dengan orang lain seumur hidup, masalah pengasuhan umum, dan bahkan masalah dengan hukum,” jelas Gross.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini