FOOD STORY: 5 Pelajaran Hidup dari Tradisi Makan Bajamba Khas Riau, Salah Satunya Ajaran Nabi Muhammad SAW

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 20 298 1740614 food-story-5-pelajaran-hidup-dari-tradisi-makan-bajamba-khas-riau-salah-satunya-ajaran-nabi-muhammad-saw-sCxO3CiDlR.jpg Tradisi makan Bajamba (Foto:Riaubook)

TERLAHIR sebagai warga Negara Indonesia bisa jadi satu hal membanggakan. Pasalnya Nusantara punya kekayaan dalam aspek apapun, termasuk kekayaan tradisi kulinernya.

Bagi masyarakat Riau, satu tradisi yang jadi hal membanggakan adalah cara makan ala bajamba. Tradisi makan ini kerap digelar saat masyarakat tengah menggelar upacara adat, merayakan hari besar keagamaan ataupun saat menggelar syukuran.

Bajamba dilakukan dengan cara menyantap makanan secara bersama dalam satu wadah besar. Biasanya sebelum disajikan, makanan yang nantinya akan disantap juga dimasak secara bersama-sama. Deretan hidangan menggoda paduan nasi putih dan berbagai lauk pauk bercita rasa khas Melayu siap masuk ke perut.

 

(Minangkabaunews)

Nasi dan lauk pauk disajikan di atas wadah besar yang disebut pinggan atau tampian. Dalam satu pinggan ini biasanya disantap oleh satu kelompok yang terdiri dari 5 hingga 7 orang.

Penuh Filosofi Hidup

Bukan sekadar kegiatan mengisi perut, bajamba juga mengandung filosofi mendalam serta beberapa pelajaran hidup yang tentunya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Okezone merangkum 5 filosofi serta pelajaran hidup yang terkandung dalam tradisi makan bajamba milik masyarakat Riau, Kamis (20/7/2017).

Baca Juga: Kenali Tradisi Makan Bersama ala Masyarakat Indonesia

Belajar menghormati orang yang lebih tua

Sesuai pepatah minang, Ditinggal sarantiang, diuluan salangkah. Dalam kelompok makan bajamba, orang yang paling tua dipersilahkan untuk menyuapkan makanan terlebih dulu. Baru kemudian proses makan diikuti oleh yang lainnya hingga akhirnya makan bersamaan. Hal ini mengandung makna sekaligus pelajaran jika orang yang lebih tua harus mendapat penghormatan dari orang yang lebih muda.

Melatih kebiasaan berbagi

Dalam piring besar makan bajamba harus dinikmati oleh sekelompok orang. Dengan ini, kita diajarkan untuk saling berbagi lewat makanan. Kebersamaan harus lebih diutamakan dibandingkan mengikuti ego, jadi jangan tampak rakus saat makan dan perhatikan anggota lain.

Makan menggunakan tangan, baik untuk kesehatan

Tradisi makan bajamba tidak menggunakan alat bantu seperti sendok ataupun garpu, alias makan langsung menggunakan tangan. Berbagai penelitian sudah membuktikan jika makan menggunakan tangan akan memberikan efek baik bagi kesehatan. Makanan juga semakin terasa sedap saat diaduk dan dicampur menggunakan tangan.

 

Sesuai ajaran dan sunah Nabi Muhammad SAW

Adat suku Melayu bersumber dari agama Islam jadi banyak hal yang dilakukan sesuai syariat Islam. Termasuk pada prosesi makan bajamba yang pelaksanannya banyak mengamalkan sunah Rasulullah SAW. Beberapa sunah yang diamalkan antara lain makan dengan tangan kanan, makan secara bersama-sama, berdoa sebelum makan dan bersyukur sesudah makan.

Baca Juga:  Mengintip Bancakan, Tradisi Makan Bersama Urang Sunda

Menjaga kelestarian budaya

Sebagai generasi penerus, sudah sewajarnya kita menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Makan bajamba sudah dilakukan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu, artinya kegiatan ini adalah satu warisan tradisi. Dengan terus menggelar makan bajamba maka artinya terus mewariskan tradisi ke anak cucu.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini