nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tingkah Pendaki Gunung Bikin Netizen Ngelus Dada, Ada yang Buang Hajat Sembarangan!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Sabtu 22 Juli 2017 09:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 21 406 1741714 3-tingkah-pendaki-gunung-bikin-netizen-ngelus-dada-ada-yang-buang-hajat-sembarangan-40li8vY74g.jpg Ilustrasi Naik Gunung (foto: Shutterstock)

LATAH dengan ikut-ikutan mendaki gunung seperti pengguna media sosial yang dengan mudah banyak dijumpai di instagram tidaklah ada salahnya. Hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan, asal juga bisa ikut-ikutan menjaga kebersihan, kelestarian dan keindahan gunung.

Sayangnya, sekarang justru banyak pendaki yang hanya mengaku pencinta alam, tapi perilaku tidak menunjukkan cinta pada alam dan malah merusak. Belakangan ini, banyak beredar foto-foto indahnya gunung di Indonesia, namun hal tersebut juga berimbang dengan banyak bermunculan pula foto-foto aksi pendaki gunung ‘norak’.

Pendaki-pendaki itu bertingkah yang dapat membuat netizen dan siapapun yang melihatnya mengelus dada. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut Okezone sajikan 3 tingkah pendaki gunung zaman sekarang yang hanya punya mental latah tanpa punya rasa tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Mengukir Nama di Tubuh Pohon

Tingkah yang pertama ini sangat teramat norak sekaligus ‘ndeso’. Pasalnya, sedari pendidikan sekolah dasar saja pasti sudah diajarkan bagaimana cara menghargai dan menjaga kelestarian alam.

Sudah sangat jelas mengukir nama di pohon tersebut merupakan perbuatan vandalisme yang sangat buruk untuk ditiru. Selain itu, perbuatan ini sama sekali tidak memiliki manfaat dan tidak juga berguna bagi si pengukir apalagi pohon. Hal tersebut justru akan membuat pemandangan tidak sedap.

Memetik Bunga Edelweis

Perbuatan kedua yang sekarang sedang banyak diperbincangkan oleh netizen dan masyarakat Indonesia, terutama pendaki gunung dan pencinta alam ini merupakan salah satu tindakan yang dapat merusak alam. Sebagai pendaki gunung seharusnya sudah mengetahui bunga edelweis dilarang untuk dipetik, bahkan larangan tersebut sudah ditulis dalam sebuah aturan.

Bunga yang kabarnya merupakan bunga abadi itu dilindungi di bawah payung hukum, UU No. 5 Tahun 1990 yang mengatur tentang sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Salah satu kasus mengenai bunga edelweis yang dipetik ini pernah dilakukan oleh pendaki di Gunung Rinjani.

Konyolnya, pendaki tersebut bermaksud eksis di media sosial dengan mengunggah fotonya memegang segenggam bunga edelweis. Bukannya jadi hits, pendaki-pendaki itu justru dikecam banyak orang.

Buang Hajat Sembarangan di Gunung

Tindakan terakhir ini sekaligus jadi tindakan yang sangat teramat disayangkan. Bukan hanya bisa membuat siapapun yang melihatnya mengelus dada, tapi bisa-bisa mengeluarkan sumpah serapah. Pasalnya, di Gunung Prau yang indah dan mengesankan, justru ditemukan beberapa ranjau darat alias tinja manusia, yang pastinya hasil perbuatan pendaki gunung.

Ranjau-ranjau darat tersebut hanya ditutupi tisu dan besar kemungkinan terinjak oleh pendaki yang lain. Bukan perihal sulit tidaknya terurai oleh tanah, tapi tinja yang dibuang sembarangan tersebut bisa mengurangi kenyamanan pendaki lain dan kebersihan gunung jadi tidak terjaga.

Bagi pendaki yang hendak buang hajat, sebaiknya dan sangat dianjurkan untuk mengubur tinjanya di dalam tanah, agar semua pendaki merasa nyaman dan kebersihan gunung pun tetap terjaga.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini