Penimbunan Lemak di Leher, Penyebab Orang Gemuk Tidurnya Mendengkur

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 481 1741267 penimbunan-lemak-di-leher-penyebab-orang-gemuk-tidurnya-mendengkur-1maOhogjvE.jpg Ilustrasi (Foto: Beststopsnoringreviews)

PASTI Anda sering menemui orang gemuk dengan kebiasaan tidur mendengkur. Hal itu salah satu bahaya dari obesitas yang seharusnya dihindari.

Sayangnya, penderita obesitas di Indonesia jumlahnya semakin banyak. Itu karena mereka tidak menjaga pola makan, kurang aktivitas fisik, merokok, minum alkohol, hingga jarang olahraga.

Spesialis Gizi Klinik dr Samuel Oetoro MS SpGK mengatakan, karena tidak menjaga pola makan banyak sekali orang obesitas. Padahal bahayanya beragam, seperti mengalami gangguan tidur.

"Orang obesitas bahayanya bisa obstruktif sleep apnea. Kalau tidur posisi lidahnya itu jatuh ke belakang dan bisa menutup jalan napas," kata dr Samuel saat ditemui di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kondisinya sepertiga menutup jalan napas, akhirnya bisa membuat orang mendengkur. Bila mengalami masalah tersebut, kinerja otak tertutup otomatis.

Selain itu, kebiasaan mendengkur tersebut dipicu oleh penimbunan lemak di sekitar leher. Hal ini bisa menyebabkan sebagian organ tertutup oleh lemak yang juga dapat menekan saraf.

Untuk mencegah mendengkur, ada posisi tidur yang harus diperhatikan. Setiap orang obesitas harus membenarkan posisi tidurnya supaya tidak merugikan.

"Kalau tidur bantalnya bisa ditinggikan, ganjal kepala dengan tiga bantal," sarannya.

Anda juga disarankan untuk memilih posisi tidur miring atau tengkurap. Posisi ini dianggap lebih aman menurut para ahli.

Semua orang obesitas, menurut dr Samuel, pasti dapat menurunkan berat badannya. Paling penting Anda harus menjaga pola makan sesuai diet seimbang.

"Pelan-pelan pasti bisa turunkan berat badannya sampai ideal. Dimulai dulu misalnya dengan tidak membiasakan diri makan junk food," bebernya.

Bahaya tidur mendengkur

Tidur Mendengkur tidak boleh disepelekan, karena dampaknya bisa fatal. Berikut bahaya tidur mendengkur:

Mendengkur bisa turunkan kualitas tidur

Kita mungkin berpikir mendengkur berarti tidur nyenyak, tetapi kenyataannya sebaliknya. Mendengkur bisa menjadi tanda adanya sleep apnea atau kondisi di mana napas berhenti beberapa detik, berkali-kali pada malam hari. Ketika itu terjadi, kadar oksigen menurun, arteri menyempit, dan fungsi sistem saraf Anda terganggu.

Pengaruhi kesehatan Anda

Studi menunjukkan bahwa 37-48 persen orang dengan tekanan darah tinggi dan diabetes menderita Obstructive Sleep Apnea (OSA). Jika tidak diobati, sleep apnea dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, serangan lumpuh, kanker, dan bahkan kematian mendadak.

Pengaruhi performa kerja Anda

Menurut Prof Manjari Tripathi, Departemen Neurologi, AIIMS, Delhi, sleep apnea dapat memengaruhi kemampuan kognitif seseorang dan mempengaruhi kemampuan dalam mengambil keputusan, meskipun Anda masih sangat muda. Hasilnya? Performa Anda, baik di tempat kerja dan kehidupan pribadi bisa turun.

Mudah mengantuk

Seorang pengidap sleep apnea bisa meninggal mendadak karena berhentinya napas saat tidur. Masalah itu memang lebih fatal dari gangguan tidur di malam hari yang membuat Anda cenderung mengantuk di siang hari.

Pengaruhi kehidupan pribadi Anda

Ketika kurang tidur, waktu berlibur, waktu bersama keluarga, bahkan film tidak akan bisa Anda nikmati sepenuhnya karena kelelahan yang konstan. Studi menunjukkan bahwa sleep apnea dapat langsung dihubungkan dengan disfungsi seksual, terutama pada pria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini