Terharu! Seorang Dokter Rela Keguguran Demi Bantu Pasiennya Melahirkan

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 481 1741408 terharu-seorang-dokter-rela-keguguran-demi-bantu-pasiennya-melahirkan-baPfPFTDts.jpg Ilustrasi (Foto: Rebelcircus)

SALAH satu tugas seorang dokter kandungan adalah membantu pasiennya melahirkan dengan selamat, terlebih ketika pasiennya harus menjalani operasi caesar. Prinsip itulah yang dipegang oleh Mervat Mohamed Talaat, seorang dokter kandungan di Rumah Sakit Umum Luxor, Kairo, Mesir. Bahkan, dia rela keguguran saat sedang membantu pasiennya menjalani operasi caesar.

Dilansir dari Dailymail, Jumat (21/7/2017), Talaat mengalami keguguran di tengah-tengah operasi. Awalnya dia merasa perutnya sakit dan tak lama dia mengalami pendarahan. Melihat kondisinya itu, dia diminta untuk meninggalkan ruang operasi agar kondisinya bisa segera ditangani. Tapi, Talaat menolak dan tetap bersikeras menjalani operasi sampai bayi dari pasiennya lahir.

Setelah bayi pasiennya lahir, dia menyerahkan bayi dan penyelesaian operasi ke dokter lain. Talaat kemudian langsung dibawa keluar dari ruang operasi dan dipindahkan ke ruangan lain untuk mendapat penanganan. Atas dedikasi Talaat pada pekerjaannya, masyarakat Mesir mendesak pemerintah untuk memberikan penghargaan kepadanya.

Menurut laporan berita lokal, Talaat mengalami kehamilan ektopik dan kegugurannya disebabkan oleh tekanan kerja yang berat. Pada hari itu, Talaat disebutkan menangani tiga operasi. Baca Juga: Hindari Minum Kopi & Makan Seafood, Mitos Kehamilan yang Seharusnya Tidak Dipercayai Calon Ibu

Kehamilan ektopik

Sementara, kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana janin tumbuh di luar rahim. Dalam kasus kehamilan ektopik, kehamilan tidak bisa dilanjutkan secara normal dan memerlukan penanganan darurat. Kehamilan di luar rahim bisa menyebabkan tuba falopi pecah.

Dikutip dari WebMD, kehamilan ektopik biasanya memunculkan gejala di minggu-minggu awal kehamilan. Gejala yang paling sering dialami adalah pendarahan ringan dan rasa nyeri. Gejala lainnya adalah kram perut yang tajam, nyeri di satu sisi, pusing, mual dan muntah yang disertai rasa nyeri, serta nyeri di bahu, leher, atau rektum. Baca Juga: AWAS! Konsumsi Gula Berlebihan Selama Hamil Memicu Anak Terkena Asma

Kehamilan ektopik bisa disebabkan karena rusaknya tuba falopi sehingga mencegah sel telur yang sudah dibuahi masuk ke dalam rahim. Saat terjadi pembuahan, sel telur memang tidak langsung masuk ke rahim melainkan berdiam dulu di tuba falopi selama 3 atau 4 hari. Ketika sel telur yang dibuahi tidak bisa masuk ke rahim, sel telur cenderung berkembang di tuba falopi atau tempat lain.

Kehamilan ektopik kemungkinan besar terjadi pada perempuan yang terkena penyakit menular seksual, penyakit radang pinggul, menggunakan obat kesuburan atau sedang menjalani pengobatan infertilitas, mengalami tubektomi tidak berhasil, serta memiliki riwayat kehamilan ektopik.

Sementara itu, sel telur yang dibuahi tidak bisa bertahan di luar rahim. Maka, dalam kasus kehamilan ektopik diperlukan perawatan di mana jaringan harus dikeluarkan agar tidak menyebabkan komplikasi serius. Perawatan yang biasanya dilakukan adalah pemberian obat dan operasi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini