Peneliti Ungkap Rahasia Panjang Umur, Resepnya Sederhana, Positive Thinking

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 481 1741507 peneliti-ungkap-rahasia-panjang-umur-resepnya-sederhana-positive-thinking-Sphx1SCQR7.jpg (Foto: Shuttercock)

KASUS kematian karena bunuh diri terus meningkat. Belum lama kabar bunuh diri mantan kekasih Selebgram Awkarin, Jumat dini hari waktu Amerika, vokalis Linkin Park Chester Bennington pun melakukan hal serupa.

Apakah bunuh diri menjadi pilihan terbaik untuk lupakan depresi? Tentu jawabannya tidak. Namun, ada beberapa faktor memang yang dapat memperburuk depresi tersebut. Dan pada sebagian orang, kondisi tersebut tidak dapat dihadapi dengan cerdas, sehingga mengakhiri nyawa dengan jalan pintas pun dipilih.

Lalu, bagaimana sebenarnya mengatur kondisi mental tersebut? Salah satunya dengan berpikiran positif dan memiliki lingkungan yang positif. Tak bisa dipungkiri, manusia sekarang "doyan" ngeluh. Masalah kecil saja bisa sampai besar bila tidak bisa disikapi dengan benar.

Menurut Stanford University, orang yang menganggap dirinya kurang sehat daripada yang lain memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Dilansir dari Dailymail, terdapat studi yang dipublikasikan di Health Psychology, bagaimana pikiran, perasaan dan kepercayaan Anda terhadap suatu hal, memiliki dampak langsung terhadap kesehatan.

Para ahli mengatakan, itu menunjukkan bahwa Anda harus memprioritaskan perasaan dan pikiran positif. Dengan begitu, kesehatan Anda pun akan menjadi lebih baik.

Peneliti menunjukan bahwa pola pikir memainkan peranan penting dalam kesehatan Anda. Dr Alia Crum menjelaskan berdasar data 60.000 orang dewasa Amerika Serikat, salah satu sampel yang diteliti adalah aktiviitas keseharian. Para peneliti mengajukan pertanyaan 'Maukah Anda mengatakan bahwa Anda secara fisik lebih aktif, kurang aktif, atau sekira orang lain seusia Anda?'

Para peneliti kemudian melihat catatan kematian dari tahun 2011, dan hasil dari pengamatan tersebut didapatkan bahwa orang yang melihat diri mereka kurang aktif daripada yang lain dan memiliki pikiran negatif, memiliki risiko meninggal hingga 71 persen lebih berat daripada orang-orang yang menganggap mereka lebih aktif daripada teman sebayanya. Ini bahkan dapat dipengaruhi juga oleh aktivitas fisik, usia, indeks massa tubuh, penyakit kronis, dan faktor lainnya.

Mereka yang selalu berpikiran negatif, mudah merasa takut, stres, atau depresi. Hal tersebut dapat berpengaruh pada berdampak negatif terhadap kesehatan. Dengan selalu berpikir positif, Anda mendapatkan lebih banyak manfaat secara fisik maupun pikiran.

Perhatian dan perasaan senang terhadap aktivitas yang Anda lakukan setiap hari bisa menjadi langkah awal yang mudah bagi setiap orang untuk mendapatkan keuntungan kesehatan. Dengan begitu, pikiran Anda pun lebih positif dan menjalani hidup lebih bahagia. "Sudah saatnya Anda mulai terbiasa dengan berpikir positif agar kesehatan lebih baik juga," kata Dr Crum.

Jadi, untuk mendapatkan tubuh yang sehat, nyatanya tidak hanya menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga yang disiplin atau menjaga pola makan, tapi juga dengan pola pikir. Sebab, dengan pikiran yang positif, usia panjang pun dapat Anda rasakan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini