nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Jadi Korban Bully, Bagaimana Orangtua Harus Bersikap?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017 19:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 24 196 1743135 anak-jadi-korban-bully-bagaimana-orangtua-harus-bersikap-KbNUZ6vlBw.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

ANAK pasti akan bercerita kepada orangtuanya saat mengalami kasus bully. Dengan adanya hal tersebut, pasti membuat Anda geram. Tapi seharusnya bagaimana langkah yang tepat?

Kepada orangtua jangan sembarang mengambil keputusan ya. Bisa saja hal yang Anda lakukan salah dan merugikan sang anak.

Psikolog Anak Ajeng Raviando Psi mengatakan, efek dari bullying sangatlah banyak. Entah itu dapat dialami oleh sang pelaku maupun korbannya.

Kira-kira apa langkah tepat untuk mencegah kekeruhan situasi akibat hal buruk itu? Begini jawabannya dari sang ahli.

"Berikan dukungan psikologis yang kuat ketika anak-anak harus menghadapi masalah bully," ujar Ajeng saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017).

Jangan bersikap gegabah, seperti menyuruh anak melawan risiko yang dihadapinya. Menurut Ajeng, sejak kecil anak harus mendapatkan life skill atau keterampilan hidup.

Beri tahu anak, kalau dia menghadapi hal kasar mereka harus bagaimana. Janganlah mengutus anak untuk membalas dendam atau melawannya.

Hal tersebut justru dapat membahayakan kenyamanan anak ketika berada di lingkungan luar rumah. Harus diingat, anak-anak pasti harus terlindung dari ancaman tersebut.

Ajeng menambahkan, seusai menghadapi bully, dapat saja kondisinya berbalik. Kondisi si pem-bully malah dipermalukan banyak orang di lingkungan sekitarnya.

Belum lagi kalau terdengar khalayak luas, kondisinya semakin parah. Dampaknya semakin panjang dan alih-alih menjadi viral di media sosial.

"Bisa jadi kondisinya berbalik ya, tadinya yang pem-bully itu merasa puas. Malah sebaliknya gantian dia yang di-bully," imbuhnya.

Untuk mencegah hal tersebut, orangtua harus menanamkan life skill sejak dini kepada anak. Pesankan kepada mereka, saat menghadapi hal yang tak diinginkan jangan dilawan.

Kalau dia melakukannya, justru kondisi sang anak merasa terancam. Beri tahu kepadanya untuk melakukan hal baik, apalagi dengan adanya life skill yang dimilikinya.

"Kalau anak punya life skill, dia menjadi tahu hal apa yang harus dilakukannya saat mengalami sesuatu yang membuatnya tidak nyaman dengan tepat," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini