FOOD STORY: Di Riau Sekarang Bisa Makan Kue Asidah Sepuasnya, Ternyata Dahulu Santapan Raja-Raja

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 24 298 1742731 food-story-di-riau-sekarang-bisa-makan-kue-asidah-sepuasnya-ternyata-dahulu-santapan-raja-raja-uMs0xNtPYz.jpg Kue asidah khas Riau (Foto:Pictaram)

JIKA bertandang ke Riau pasti akrab dengan dua hidangan kue yang namanya cukup populer yakni bolu kemojo dan kue asidah. Ya, sekarang dua kue ini bisa dikatakan sebagai santapan harian, padahal dahulu kue asidah hanya bisa disantap oleh raja dank aum bangsawan lho.

Ketersediaan kue asidah di pasaran memang tidak sebanyak bolu kemojo tapi sensasi rasanya tak bisa dianggap sepele. Kue asidah merupakan satu jenis kue khas Riu yang terinspirasi dari makanan Arab. Rasanya sudah mengikuti selera lidah lokal sehingga semua masyarakat bisa menerima rasa kue asidah yang nikmat di lidah.

Kue asidah biasa dijadikan menu sarapan, sementara di Riau kue ini biasa dijadikan suguhan manis teman minun secangkir teh atau kopi. Kue asidah memiliki rasa yang khas yang sangat mencerminkan cita rasa makanan melayu yakni berempah.

Rempah yang umum digunakan sebagai komposisi campuran kue asidah antara lain pandan, kayu manis, cengkeh dan beberapa rempah lainnya. Kue asidah memiliki aroma yang khas serta tekstur yang lembut jadi tak heran jika banyak orang ketagihan saat mencoba sensasi rasa lezat dari kue ini.

Hal unik dari kue asidah adalah penambahan taburan bawang goreng sebagai topping saat kue sudah matang. Rasa manis pada kue dan sensasi aroma serta rasa khas dari bawang goreng menghasilkan pengalaman unik tak terlupakan saat menyantap kue asidah.

Menelusuri sejarah kue asidah, konon kabarnya kue ini merupakan salah satu makanan yang disuguhkan hanya untuk para raja. Terlebih kue asidah hanya muncul dan tersedia saat momen-momen tertentu seperti kenduri adat, tunangan, hari raya keagamaan, syukuran hingga prosesi mengantarkan kue ketika sepasang masyarakat Riau hendak menikah.

Ada hal unik lainnya dari kue asidah, saat menyantap kue ini disarankan memulainya dari bawah. Karena jika menyantapnya dari bagian atas makan dianggap tidak sopan. Jadi sebelum menyantap kue ini sebaiknya bertanya dulu kepada masyarakat sekitar. Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang yang harus dihormati dan tetap dilestarikan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini