Bukannya Rontok, Rambut Beruban Justru Jadi Hitam karena Terapi Kanker

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 24 481 1742724 bukannya-rontok-rambut-beruban-justru-jadi-hitam-karena-terapi-kanker-a30olw2CbY.jpg Ilustrasi (Foto: Theguardian)

KEMOTERAPI menjadi salah satu cara menyembuhkan kanker. Namun, pengobatan secara kemoterapi menyimpan efek samping yang cukup menakutkan, kebotakan permanen!

Namun, sekarang ini peneliti terus menguji keefektifan imunoterapi. Sebagai cara lain penyembuhan kanker, imunoterapi terus dikembangkan dan obatnya pun diuji terus. Nah, belum lama ini, peneliti di Spanyol menemukan fakta baru mengenai imunoterapi.

Berdasar studi yang dipublikasi di jurnal JAMA Dermatology, sebuah kejadian tak terduga ketika dokter melakukan pengujian obat imunoterapi baru untuk kanker. Sebanyak 14 dari 52 pasien kanker paru memiliki reaksi unit terhadap penggunaan obat imunoterapi. Seperti kebalikan dari kemoterapi, reaksi imunoterapi malah "menyehatkan" rambut.

Jadi, pada mereka pasien kanker paru, setelah mengonsumsi obat imunoterapi, rambut abu-abu mereka perlahan berubah menjadi cokelat atau hitam. Reaksi tersebut pun memicu pertanyaan besar. Sebab, pada penelitian obat imunoterapi sebelumnya, reaksi yang terjadi malah menghilangkan warna rambut pasien melanoma.

Pada jenis obat imunoterapi yang dipakai di Spanyol, peneliti melihat obat tersebut dapat mengembalikan pigmen rambut beberapa pasien. dr Noelia Rivera dari Autonomous University of Barcelona mengatakan awalnya tim mengira hal tersebut cuma kebetulan, tapi kemudian berdasarkan data yang ada, jumlah pasien yang mengalami perubahan positif ini cukup banyak.

Pada 13 pasien, rambut mereka yang tadinya abu-abu dilaporkan berubah menjadi kecoklatan atau hitam, sementara itu pada satu pasien hanya sebagian rambutnya saja yang menghitam. dr Noelia melanjutkan, tim dokter sendiri tidak tahu pasti bagaimana mekanisme kerja obat sehingga bisa menyebabkan fenomena tersebut. Perlu studi lebih lanjut untuk mengonfirmasinya.

"Ini laporan yang menarik. Salah satu kejadian yang tak pernah bisa diduga," komentar dermatolog June Robinson dari Northwestern University seperti dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, di lain sisi, Menurut dr Noelia, obat imunoterapi yang digunakan dalam studi cukup berbahaya bila dikonsumsi orang sehat. Namun bila memang terkonfirmasi obat dapat menyebabkan perubahan warna rambut, maka peneliti bisa mengembangkan obat lain untuk uban. Ya, dengan melihat komposisi dan kandungan yang terdapat dalam obat imunoterapi tersebut.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini