nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOP!! Angklung Jadi "Jimat" Fransiska dan Mathilda Mendaki Puncak Tertinggi

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 25 406 1743819 top-angklung-jadi-jimat-fransiska-dan-mathilda-mendaki-puncak-tertinggi-uqoEuHE1Kg.jpg Fransisca dan Matilda di Seven Summits (Foto: Instagram/Ridwan Kamil)

DUA mahasiswi dari Universitas Katolik Parahyangan, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari berhasil mencapai puncak tertinggi ke-6 dari 7 puncak tertinggi di dunia. Uniknya, mereka membunyikan angklung di puncak tersebut.

Fransiska dan Mathilda bersama tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) berhasil mencapai Puncak Denali di Alaska pada Sabtu, 1 Juli 2017 pada pukul 19.40 waktu setempat. Di ketinggian 6.190 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, musik tradisional dari Jawa Barat, angklung pun dibunyikan.

 Baca Juga: Merah Putih dan Mainkan Angklung di Puncak Denali Alaska

“Kami mengibarkan bendera dan membunyikan angklung,” jelas Fransiska saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin 24 Juli 2017.

Dalam pendakian yang dimulai pada 19 Juni 2017, tim WISSEMU memang membawa angklung. Fransiska mengatakan timnya hanya membawa satu angklung untuk dibunyikan. Hal ini tentu saja dilakukan sebagai salah satu cara mereka mengenalkan alat musik tradisional dari bambu itu.

“Bawa satu (angklung) saja. Di puncak satu jam sampai satu setengah jam. Karena bahaya dingin dan cuacanya bukan buat santai, jadi istirahat di bawah lebih safety. Di atas cuma foto-foto,” ujar Fransiska.

Fransiska dan Mathilda mengakui bahwa angklung dapat dibilang menjadi jimat mereka saat mendaki gunung. Terutama di puncak-puncak gunung tertinggi di dunia yang mereka daki.

“Kami selalu bawa angklung. Ini jimat dari gunung kedua. Ini jadi ciri khas karena kita dari Bandung,” ujar Fransiska.

Saat membawa angklung ke berbagai puncak gunung tertinggi di dunia itulah, Fransiska dan Mathilda merasa dapat mempromosikan pariwisata Indonesia. Khususnya dari daerah Jawa Barat.

“Ketika kami bunyikan, pendaki lain selalu bertanya itu apa. Kami jawab ini alat musik tradisional dari Indonesia. Lumayan kan mengiklankan pariwisata nasional,” tambah Mathilda.

Pendakian ke Puncak Gunung Denali di Alaska, Amerika Utara itu juga mengukuhkan Fransiska serta Mathilda sebagai pendaki perempuan Indonesia pertama yang mencapai puncak tersebut. Mathilda mengatakan, dalam ekspedisi tersebut dirinya sempat mengeluh. Namun segala perjuangan yang telah dilalui membuatnya termotivasi untuk melanjutkan pendakian hingga mencapai puncak.

“Dalam ekspedisi juga ngeluh. Tapi kita lihat ke belakang, persiapan apa saja yang sudah dilakukan. Kita sudah melewati semua proses itu, yang kita korbankan pun banyak,” lanjutnya.

Tahun depan, dua pendaki ini akan merampungkan rangkaian proyek Seven Summits dengan mendaki puncak gunung tertinggi di dunia, yakni Gunung Everest.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini