nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Main Gawai pada Anak, Bisa Sebabkan Obesitas dan Gangguan Penglihatan

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 25 481 1743517 bahaya-main-gawai-pada-anak-bisa-sebabkan-obesitas-dan-gangguan-penglihatan-SkY5L3dLuM.jpg Ilustrasi (Foto: Safebee)

PENGGUNAAN gadget atau gawai di kalangan anak dan remaja terus mengalami peningkatan. Sekarang, hampir setiap anak memiliki gawai. Terlebih, banyak produsen yang menawarkan penjualan gawai dengan harga murah yang membuat siapa saja dengan mudah membelinya.

Kebiasaan orangtua yang seringkali terlalu sibuk dengan gawai membuat anak-anak menirunya. Mereka merasa tidak mendapatkan perhatian sehingga menggunakan gawai secara berlebihan. Padahal, anak masih memerlukan pendidikan dan perhatian dari orangtuanya agar mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka membutuhkan komunikasi dan berteman untuk menemukan hal yang mereka inginkan sesuai minat dan usianya. Namun sayangnya, tidak ada wadah yang bisa mereka gunakan untuk menyalurkan rasa keingintahuan mereka. Hal itu membuat mereka jadinya lari ke gadget,” ungkap pemerhati anak, Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto saat ditemui di kawasan Kuningan, Senin 24 Juli 2017.

Menurut Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes, dr Eni Gustina, MPH penggunaan gawai yang berlebihan pada anak dan remaja bisa menimbulkan beberapa dampak negatif. “Penggunaan gadget bukan berarti tidak bagus. Tapi sayangnya, penggunaan gadget sering disalahgunakan. Hal itu berdampak pada kesehatan anak seperti masalah psikologis, mata, dan obesitas,” tutur dr Eni.

“Dunia anak memang dunia bermain. Tapi jadikan anak sebagai pelaku permainan bukan penonton permainan. Dengan bermain gadget, mereka hanya memusatkan perhatian pada layar. Sedangkan dengan bermain di luar, anak-anak bisa bergerak. Untuk itu, orangtua harus ikut serta membuat anak bermain di luar bahkan ikut bermain bersama mereka,” tambahnya.

Bullying atau kekerasan seksual adalah masalah psikologis yang didapatkan dari gawai. Anak-anak cenderung salah menggunakan informasi yang mereka dapatkan dari gawai. Selain itu, gawai juga mengubah pola komunikasi dalam keluarga. Orangtua hanya memantau perkembangan anak melalui gawai tanpa memberikan pendidikan secara langsung. Hal itu membuat anak-anak yang terlalu sering menggunakan gawai cenderung perkembangan kognitif, sosial, dan emosionalnya kurang.

Berdasarkan sejumlah kasus yang ditemukan, gawai membuat kelainan pada mata anak. Hingga saat ini, gangguan visual pada anak akibat penggunaan gawai berlebih meningkat tajam mencapai 25 – 30 persen. Penggunaan gawai secara berlebih juga membuat anak malas beraktivitas fisik. Hal itu membuat mereka mengalami obesitas.

Untuk itu, agar dampak penggunaan gawai berlebih tidak semakin parah pada anak dan remaja, Kak Seto menyarankan agar kampanye 18 – 21 terus digalakkan. Kampanya ini mengimbau mulai pukul 18.00 hingga 21.00 semua aktivitas di rumah lepas dari gawai termasuk mematikan televisi. Selama waktu itu, orangtua bisa memanfaatkan 3B kepada anak yaitu berbicara, bermain, dan belajar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini