nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prevalensi Terus Meningkat, Waspadai Penyakit Gagal Jantung yang Cepat Timbulkan Komplikasi Mematikan

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017 16:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 25 481 1743634 prevalensi-terus-meningkat-waspadai-penyakit-gagal-jantung-yang-cepat-timbulkan-komplikasi-mematikan-Js37fZW0hI.jpg Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)

PENDERITA penyakit jantung prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satunya diakibatkan oleh gagal jantung yang sebenarnya dapat diwaspadai.

Pada penderita gagal jantung, sering mengalami hal menyakitkan apalagi saat kambuh. Kondisi ini tidak dapat diabaikan karena dapat mengancam nyawa pasien.

Spesialis Jantung dr Rarsari Soerarso SpJP(K) FIHA menjelaskan, gagal jantung merupakan kondisi medis serius karena jantung tidak dapat lagi memompa darah ke seluruh tubuh dengan lancar. Kondisinya otot jantung mulai lemah seiring bertambahnya usia.

"Kalau sudah gagal jantung menyebabkan darah dalam tubuh tidak dapat mengantarkan cukup oksigen dan makanan dengan normal," ujar dr Rarsari saat ditemui di RS Harapan Kita Jakarta, kawasan Slipi, Selasa (25/4/2017).

Akibatnya, pasien akan merasa mudah letih dan lelah ketika beraktivitas. Belum lagi tubuh berisiko tidak dapat membersihkan sisa terjadinya penumpukan cairan bagian paru-paru.

Jantung akan 'bekerja keras' saat pasiennya melakukan aktivitas berat. Karena itu, Anda harus mewaspadai penyakit tersebut agar tidak dialami diri sendiri maupun keluarga dekat.

Prevalensi gagal jantung

Lebih lanjut, dr Rarsari juga membeberkan prevalensi kejadian gagal jantung. Diperkirakan ada 3-20 per 1.000 penduduk yang menderita penyakit ini.

"Rata-rata usianya dialami oleh lansia di atas 65 tahun. Tapi ada juga orang usia produktif mengalaminya," imbuhnya.

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2013, prevalensi gagal jantung di Indonesia sebesar 0,13% atau sekira 229.696 orang berdasarkan diagnosis dokter. Ada pula 530.068 pasien atau 0,3% bila diagnosis didasarkan pada gejalanya.

Sementara itu, riset dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta menyebutkan, selama periode 2014-2015 ada sekira 1.560 pasien rawat inap yang menderita gagal jantung.

"Sebagian besar kisaran 45-50% dari pasien tersebut berusia 45 - 60 tahun atau usianya masih produktif. Pria terdeteksi lebih banyak menderita gagal jantung," ungkapnya.

Bila gagal jantung tak diobati atau diterapi, tentu pasiennya akan mengalami komplikasi. Umumnya, pasien banyak yang mengalami penyakit kardiovaskular dan penyakit saraf seperti stroke.

Selain itu, komplikasi yang terjadi juga dapat mengenai paru-paru. Bahkan, sebagian besar yang terlambat terdeteksi, dapat memicu kematian.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini