Suami Istri Tidur Pisah Ranjang, Benarkah Pernikahan Dianggap Gagal?

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 196 1744584 suami-istri-tidur-pisah-ranjang-benarkah-pernikahan-dianggap-gagal-yjIHke936m.jpg Suami Istri Tidur Terpisah (Foto: Washingtonian)

TIDUR satu ranjang sudah selayaknya dilakoni suami-istri setiap malam. Bahkan, jika suami- istri tidur terpisah dapat menimbulkan kecurigaan bahwa sedang konflik di antara mereka atau pernikahan tidak bahagia.

Namun, apakah sudah pasti suami-istri yang tidur pisah ranjang itu pernikahannya selalu bermasalah? Dikutip dari Realsimple, Rabu (26/7/2017) seorang istri meceritakan bagaimana rumah tangganya selama 11 tahun berjalan dengan tidur terpisah dari suami.

"Hampir 11 tahun menikah, kami tidur di ranjang terpisah. Pernikahan bahagia? Ya. Kehidupan seks aktif? Ya," tulis Felicia Schneiderhan.

Ia sempat mengkhawatirkan hubungan dengan pasangannya. Di mana ada istilah, “konflik dengan pasangan hanya bisa diselesaikan di tempat tidur”. Namun baginya itu hanya mitos, penyelesaikan konflik diselesaikan dengan diskusi dan komunikasi yang sehat. Menyelesaikan masalah di ranjang sejatinya tidak pernah tuntas.

“Cara seperti itu hanya menambah masalah baru, dan menggantung masalah lama. Tak pernah selesai,” sambungnya bercerita.

Tapi setelah bertahun-tahun terbangun tidak ada suami di sampingnya, Felicia menerima bahwa di mana pun tidur, bukan berarti pernikahan gagal. Ya, hubungan romantis bisa dilakukan di mana saja.

Baca Juga: Gunung Bromo Turun Salju, Wisatawan Tak Mau Ketinggalan Abadikan Fenomena Langka Tersebut

"Sebelas tahun yang lalu, kami berada di tempat tidur bersama setiap malam. Ketika salah satu dari kita terbangun pukul 3 pagi, kami saling menjangkau lengan. Ini berlanjut selama tiga tahun dan penuh kebahagiaan," sambungnya.

Hingga Felicia memiliki anak, semua tetap berjalan baik. Tidur pisah ranjang bukan karena terjadi konflik, namun karena pilihan demi kebaikan bersama. Tidak suka dengan kebiasaan pasangan.

Baca Juga: Sulit Mengingat Nama Orang? Tenang, Ada Penjelasan Ilmiahnya

"Mark mendengkur, saya memakai penutup telinga. Dia mendengkur lebih keras dan saya mengeluh. Dia pergi ke dokternya dan didiagnosis menderita sleep apnea. Karena saya terganggu akhirnya kami tidur berpisah," jelasnya.

Tidak ada masalah dengan pernikahan meski tidur di ruang yang berbeda. Tidur berbeda ruang justru menjadi solusi dari rasa tidak suka dengan gaya tidur pasangan yang mengganggu.

“Kami berdua sepakat dan menerima keadaan itu. Kami berdua tidur masing-masing tapi tidak merasa kesepian. Saya terkadang ditemani anak-anak,” tukasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini