nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alarm Keras untuk Hubungan yang Tak Layak Diteruskan

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 21:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 26 196 1744594 alarm-keras-untuk-hubungan-yang-tak-layak-diteruskan-iVpQzxZu8C.jpg Pasangan kekasih (Foto: Popsugar)

KETIDAKCOCOKAN sering menjadi alasan pasangan bercerai. Namun, tak pernah jelas ketidakcocokan seperti apa yang dimaksud. Mereka memiliki versi sendiri terhadap ketidakcocokan.

Jika sudah terjadi masalah berlarut dan hubungan kacau setiap saat mungkin sudah saatnya menghentikan hubungan. Ketidakcocokan lebih sulit daripada menyelesaikan masalah perselingkuhan. Seperti dilansir Popsugar, Rabu (26/7/2017), berikut alarm yang menandakan hubungan tak perlu dilanjut.

Baca Juga: Ingat, Ladies! 6 Kebiasaan Mandi yang Buruk bagi Kesehatan tapi Sering Dilakukan

Pandangan nilai yang berbeda

Pandangan inti terhadap suatu masalah tidak dapat diabaikan, seperti keinginan untuk memiliki anak, menikah, atau pindah ke tempat tinggal. Jika pandangan Anda dan pasangan berbeda secara signifikan, itu adalah bendera merah untuk mengakhiri hubungan. Terlepas dari seberapa baik Anda berhubungan dengannya.

Pasangan tidak menghormati

Kurangnya rasa hormat bisa muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah kurangnya tindakan mendukung pasangan. Tapi bisa juga dalam hal pelecehan verbal atau emosional. Dia mungkin menyadari fakta bahwa dia gagal melakukan bagiannya atas tugas rumah tangga dan tidak melakukan apa-apa sehingga menghindari kegagalan itu dengan perilaku tak hormat.

Baca Juga: Sulit Mengingat Nama Orang? Tenang, Ada Penjelasan Ilmiahnya

Tidak peduli dengan kebutuhan emosional atau seksual

Dia hanya meminta dan mengambil jatahnya tanpa memberi apa yang dibutuhkan pasangan. Dia meremehkan bahwa pasangannya juga butuh kasih sayang secara emosional dan seksual. Ini adalah salah satu tanda Anda dan pasangan sudah tidak cocok.

Menjadikan pasangan pengasuh

Cara menunjukkan kasih sayang dan perhatian bukan hanya lewat pengabdian diri seperti mengasuh. Jika yang Anda lakukan hanyalah mengasuh pasangan, seperti menyiapkan makan, merapikan rumah, dan mengurus keperluannya, maka tak ada koneksi yang dinamakan sebagai pasangan. Di mana partner itu saling berkolaborasi mencapai tujuan bersama dengan cara mendukung satu sama lain.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini