Bahaya Perlemakan Hati, Meningkatkan Risiko Hepatitis hingga Sirosis

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 481 1744407 bahaya-perlemakan-hati-meningkatkan-risiko-hepatitis-hingga-sirosis-PfRr0c9v6r.jpg Ilustrasi (Foto: Startswithyou)

DULU hepatitis banyak dipicu karena virus. Tapi akibat pergeseran gaya hidup, penyakit tersebut juga disebabkan karena perlemakan hati atau fatty liver.

Umumnya, seseorang yang mengalami perlemakan hati memiliki berat badan berlebihan atau obesitas. Mereka sangat rentan mengalami perlemakan hati karena metabolisme terganggu. (Baca Juga: Minyak Zaitun Murni Kurangi Risiko Penyakit Fatty Liver)

Ada juga beberapa faktor risiko yang memicu penyakit tersebut. Mulai dari penyakit diabetes, hipertensi, hingga memiliki tinggi trigliserida. (Baca Juga: Tips Mencegah Penyakit Hepatitis)

Spesialis Penyakit Dalam dr Irsan Hasan SpPD-KGEH menjelaskan, perlemakan hati merupakan bagian dari sindrom metabolik. Ini merupakan kumpulan dari berbagai kelainan.

"Faktor risikonya orang diabetes, hipertensi dan yang punya trigliserida tinggi bisa kena perlemakan hati. Tapi yang paling gampang dilihat adalah orang gemuk," kata dr Irsan di sela Temu Media Peringatan Hari Hepatitis Sedunia di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017).

Pada waktu melakukan skrining, orang obesitas paling sering terdeteksi perlemakan hati. Begitu juga saat mengumpulkan penderita diabetes banyak yang menderita penyakit penyebab hepatitis dan sirosis.

Hepatitis merupakan kondisi proses peradangan sel-sel hati. Anda harus mencegahnya agar tak mengganggu kualitas hidup. (Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Dampak Obesitas, Bisa Memicu Fatty Liver!)

Diprediksi oleh para ahli, jumlah penderita perlemakan hati semakin bertambah. Seiring dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti tidak menjaga pola makan.

"Ke depan orang ini makin makmur, gaya hidup makin tidak sehat. Contoh habis makan langsung duduk atau tidur, jadilah lemak ini menimbun di bagian hati," tambahnya.

dr Irsan menambahkan, dampak dari masalah perlemakan hati tersebut, seseorang berisiko menderita hepatitis B. Mereka juga bisa menderita sirosis atau pengerasan hati. (Baca Juga: Hati-Hati, Orang Gemuk Rentan Kena Fatty Liver)

Berdasarkan temuan di lapangan, saat ini seseorang banyak yang mengalami perlemakan hati akibat terlalu konsumsi makanan berlebihan. Mereka tidak menjaga porsi makan, apalagi memikirkan menu makanan yang dikonsumsinya.

"Kalau kita makannya berlebihan yang harusnya makan 1500 kalori, tapi lebih jadi 2000 kalori misalnya, sisanya oleh tubuh tidak bisa diproses. Akhirnya menimbun jadi lemak di perut, leher atau malah di hati," bebernya.

Ketika tak menjaga gaya hidup sehat, seseorang mudah mengalami sirosis hati. Penyakit ini hampir tak bergejala, tetapi menjadi silent killer bila tak segera dideteksi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini