Manfaat ASI Eksklusif, Bisa Cegah Kanker, Osteoporisis & Turunkan Risiko Kematian Bayi

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 27 Juli 2017 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 27 481 1744932 manfaat-asi-eksklusif-bisa-cegah-kanker-osteoporisis-turunkan-risiko-kematian-bayi-DpU24m6gzO.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

TIDAK ada ibu setelah melahirkan gagal menyusui bayinya. Karenanya, setiap wanita harus berusaha memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya dengan berbagai usaha.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Manfaatnya juga dapat menjaga kesehatan ibu dalam jangka panjang. (Baca Juga: Berikan ASI Eksklusif, Ibu Menyusui Terhindar dari Serangan Jantung)

Seorang ibu bisa terhindari dari bermacam-macam penyakit. Para ahli setuju dengan keuntungan menyusui yang terbukti sejak lama. (Baca Juga: Gagal ASI Eksklusif, Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui Rendah)

Sekertaris Jenderal Faradibha Tenrilembha mengatakan, setiap ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya. Apalagi jika teknik pertama yang dilakukan tepat sasaran. (Baca Juga: Tips Pintar untuk Ibu yang Bekerja agar Lancar Memberikan ASI)

"Sedari hamil ibu itu harus mempersiapkan proses menyusui. Jangan lupa lakukan inisiasi menyusui dini, cari rumah sakit yang membolehkan bayi dan ibu sharing, ditambah lagi dukungan suami dan keluarga," kata Dibha saat Press Conference Pekan ASI Sedunia 2017 di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).

Dibha menambahkan, berdasarkan penelitian setiap ibu menyusui dapat terhindari dari penyakit kanker. Ada lagi studi menyebutkan bila ibu menyusui akan terhindar dari osteoporosis. (Baca Juga: Mencampur ASI dengan Susu Formula Berisiko pada Ginjal Bayi)

Tentu dengan menyusui dapat meningkatkan kualitas hidup ibu. Mereka juga menjadi lebih produktif dalam mengurus rumah tangga atau beraktivitas di kantor bila bekerja.

Perlu digarisbawahi, pemberian ASI juga tidak cukup hanya pada bayi 6 bulan saja. Seorang ibu juga wajib memberikan ASI kepada anak hingga dua tahun.

Karena setiap anak berhak mendapatkan ASI. Banyak manfaatnya pula yang diterima sang anak.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dapat terhindar dari risiko penyakit berbahaya. Tingkat risiko kematian bayi juga bisa menurun.

"Dari mulai lahir, bayi terhindar dari pendarahan, ini risiko tertinggi menyebabkan bayi meninggal," tambah Dibha.

Begitu pula dengan seorang ayah, ikut merasakan keuntungan pemberian ASI. Pengeluaran rumah tangga menjadi lebih hemat.

"ASI terbaik bagi keluarga. Ayahnya juga diuntungkan. Dukungan juga harus kuat agar keberhasilan menyusui itu tinggi," pungkas Dibha.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini